Jokowi Hadiri Konsolidasi Caleg PKB dan Haul Gus Dur di Balai Sarbini

Oleh Liputan6.com pada 17 Des 2018, 13:33 WIB
Diperbarui 17 Des 2018, 13:33 WIB
Pakai Sarung dan Peci, Jokowi Buka Muslim Fashion Festival 2018
Perbesar
Senyum Presiden Joko Widodo atau Jokowi saat menghadiri pembukaan Muslim Fashion Festival (Muffest) Indonesia Tahun 2018 di JCC, Kamis (19/4). (Liputan6.com/Immanuel Antonius)

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi menghadiri konsolidasi calon legislatif (caleg) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Pemilu 2019 sekaligus haul Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid Gus Dur.

Mengenakan kemeja putih berpeci, capres petahana itu tiba di tempat acara, Balai Sarbini, pukul 13.10 WIB, Senin (12/7/2018).

Masuk ke ruang acara, Jokowi langsung disambut Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, Sekretaris Jenderal PKB Hanif Dhakiri, beserta para petinggi PKB lainnya.

Acara segera dimulai usai Jokowi menyalami satu persatu para petinggi partai dan beberapa tamu.

Dibuka dengan menyanyikan lagu kebangsaan, acara dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Alquran. Jokowi yang duduk berdampingan dengan Muhaimin khusyuk mendengar lantunan ayat suci.

 

2 dari 3 halaman

Elektabilitas Jokowi Versi PKB

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Daniel Johan percaya elektabilitas capres petahana Joko Widodo bakal terus meningkat sampai di angka 60 persen. Meski beberapa lembaga survei menyebut elektabilitas stagnan di 50 persen.

Menurutnya, Jokowi memiliki basis suara yang cukup kuat, misalnya di Jawa Tengah. Basis suara di provinsi tersebut diyakini tak akan tergerus meski kubu Prabowo Subianto bakal memindahkan markas pemenangan.

"Nanti akan menguat bisa ke 60 persen kita cukup meyakini pada akhirnya Pak Jokowi akan memenangkan 60 persen lebih," kata Daniel di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Selatan, Selasa (11/12/2018).

Daniel mengatakan suara pemilih di Jawa secara garis besar cukup aman. Hanya tinggal daerah Jawa Barat yang masih menjadi pekerjaan rumah Jokowi dan timsesnya. Serta, dia mengakui pulau Sumatera perlu kerja ekstra.

"Tinggal memang kita akan lebih semangat lagi lebih keras lagi untuk terjun ke masyarakat lebih intensif untuk Jabar dan Sumatera," tuturnya.

 

Reporter: Yunita Amalia

Sumber: Merdeka.com

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓