Formappi: Caleg 2019 Tak Akan Jauh Beda dari Sekarang

Oleh Devira PrastiwiLiputan6.com pada 09 Nov 2018, 10:02 WIB
Diperbarui 09 Nov 2018, 10:02 WIB
20161215- Rapat Paripurna Penutupan Masa Sidang II Resmi Masukkan UU MD3 dalam Prolegnas 2016-Johan Tallo
Perbesar
Suasana Rapat Paripurna penutupan masa sidang II di Gedung Perlemen, Jakarta, Kamis (15/12). Dalam Paripurna penutupan masa sidang tersebut, membahas Tujuh Agenda yang salah satunya dibahas Badan Legislasi (Baleg) DPR. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta - Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) memperkirakan legislator atau calon anggota legislatif (caleg) yang terpilih dalam Pemilu 2019 tidak terlalu membawa perubahan lebih baik karena karakternya sama dengan penghuni Kompleks Senayan saat ini.

"Karakternya masih tertutup, lalu oligarki partai masih mencengkeram, itu saya kira hal yang tidak banyak berubah. Mengharapkan bisa lega di periode DPR baru, saya kira belum kali ini," ujar Peneliti Formappi Lucius Karus, seperti dikutip dari Antara, Jumat (9/11/2018).

Apalagi, ucap dia, masyarakat tidak menaruh banyak perhatian pada pemilihan calon anggota legislatif (Pileg), tetapi fokus pada drama reaktif peserta Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

"Selain jumlah caleg yang banyak hingga ratusan per partai, penyebab masyarakat tidak menaruh perhatian khusus pada pemilihan caleg karena tokoh yang dikenal itu-itu saja," ucap Lucius.

Untuk itu, dia menilai, caleg seharusnya mempunyai kepentingan memunculkan dirinya di antara euforia isu Pilpres dan partai politik membangun strategi meraih kursi terbanyak.

"Partai ini masih mengharapkan efek ekor jas capres/cawapres. Ada partai tampak sejak awal tidak ingin menang, hanya menyiapkan calon 100-an. Itu sejak awal tidak ingin menang," jelas Lucius.

 

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

 

2 dari 2 halaman

Harapan Mantan Anggota DPR

20161006-Ruhut-Sitompul-HEL
Perbesar
Ruhut Sitompul (Liputan6.com/Helmi Fitriansyah)

Sementara itu, mantan anggota DPR RI Ruhut Sitompul berharap caleg terpilih memahami dan tahu tugasnya serta tidak hanya datang duduk diam, lalu pulang.

Dia menegaskan, menjadi anggota DPR RI akan menemui godaan yang besar. Kenyataannya telah banyak anggota DPR rekannya dahulu yang terjerat kasus korupsi.

"Anggota yang di DPR itu juga ditantang nyalinya nanti saat bertugas, jangan manut ikut-ikutan saja. Harus berani berontak jika tidak sesuai dengan nuraninya," pesan Ruhut.

Lanjutkan Membaca ↓