Panwaslu Temukan Alat Peraga Kampanye Terpasang Tak Sesuai Zona di Jembrana

Oleh Devira PrastiwiLiputan6.com pada 06 Nov 2018, 12:14 WIB
Diperbarui 06 Nov 2018, 12:14 WIB
Golput Pilkada Bengkulu Capai 40 Persen
Perbesar
Alat peraga kampanye yang dipasang KPUD Bengkulu sudah rusak saat masa kampanye masih berlangsung (Liputan6.com/Yuliardi Hardjo)

Liputan6.com, Bali - Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Jembrana, Bali menemukan pemasangan alat peraga kampanye (APK) calon legislatif (caleg) yang melanggar zona kampanye dalam Pemilu 2019.

"Rata-rata pelanggarannya, calon legislatif memasang alat peraga kampanye miliknya di luar zona yang sudah ditentukan oleh KPU," ujar Ketua Panwaslu Jembrana Pande Made Muliawan di Negara, Jembrana, seperti dilansir Antara, Selasa (6/11/2018).

Hingga sekarang, menurut Pande, pihaknya masih melakukan inventarisasi sebelum menyerahkan rekomendasi ke KPU terkait pelanggaran tersebut.

Dia mengatakan, setelah ada rekomendasi itu, KPU akan menyampaikan kepada peserta Pemilu tentang pelanggaran tersebut.

Apabila, kata Pande, alat peraga kampanye milik calon legislatif itu tidak dipindahkan, maka pihaknya akan menertibkannya bersama Satpol PP.

"Saat ini, kebanyakan alat peraga kampanye yang dipasang calon legislatif berwujud baliho. Kalau sudah diingatkan KPU tetap tidak dipindah, kami akan menertibkannya bersama Satpol PP," ucapnya.

Melihat pelanggaran yang terjadi, Pande menilai, masih banyak calon legislatif yang belum paham tentang zona atau lokasi yang diperbolehkan bagi mereka untuk memasang alat peraga kampanye.

"Oleh karena itu, dalam berbagai kesempatan akan terus mengingatkan partai politik maupun calon legislatif untuk tidak melakukan pelanggaran," jelas Pande.

 

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

 

2 dari 2 halaman

KPU Menunggu

KPU Sosialisasikan Alat Peraga dan Jadwal Kampanye 2019
Perbesar
PLH Ketua KPU Wahyu Setiawan (tengah) saat mensosialisasikan fasilitas alat peraga dan jadwal kampanye 2019 bagi peserta pemilu tingkat pusat di Gedung KPU, Jakarta, Kamis (30/8). (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Sementara itu, Ketua KPU Jembrana I Ketut Gde Tangkas Sudiantara mengatakan, pihaknya masih menunggu Panwaslu untuk menyampaikan pelanggaran pemasangan alat peraga kampanye.

"Sempat ada penyampaian dari Panwaslu ke kami soal pelanggaran pemasangan alat peraga kampanye. Tapi karena lokasi dan jenis pelanggarannya belum jelas, Panwaslu menyusun ulang laporan tersebut," kata Tangkas.

Pada masa awal kampanye calon legislatif, pihaknya memasang alat peraga secara simbolis di beberapa zona dan untuk pemasangan selanjutnya dilakukan oleh tim pemenangan calon legislatif beserta partai politik.

"KPU Jembrana sudah melakukan sosialisasi termasuk secara tertulis memberikan masing-masing partai politik tentang zona yang boleh dipasang alat peraga kampanye," tegas Tangkas.

Lanjutkan Membaca ↓