Politikus Berkarya Ingin Indonesia Kembali Swasembada Pangan

Oleh Yusron Fahmi pada 16 Okt 2018, 12:33 WIB
Yusron Fahmi/Liputan6.com

Liputan6.com, Jakarta - Kisah sukses Presiden kedua RI Soeharto menjadikan Indonesia negara swasembada pangan, mengundang kerinduan tersendiri.

Politikus Partai Berkarya Ramayanti Lubis menilai, di balik sosoknya yang kontroversi, membuktikan Indonesia bisa berdiri di kaki sendiri dalam hal pangan.

"Salah satu yang paling saya ingat dari Presiden Soeharto adalah suksesnya Indonesia swasembada pangan hingga memperoleh penghargaan dari FAO," ujar Yanti melalui pesan tertulis, Selasa (16/10/2018).

Bendahara Umum PB Pengusaha Berkarya ini menyatakan, di zaman Soeharto, hampir tidak pernah terdengar keran impor dibuka. Baik itu impor komoditas pertanian maupun perkebunan. 

"Kalau sekarang, swasembada pangan seperti masih angan-angan. Padahal dulu kita pernah mencapai swasembada pangan itu. Sekarang malah kebanyakan impor," ucap caleg Partai Berkarya Dapil Sumut II ini. 

Yanti mengaku rindu pada pemikiran-pemikiran jitu dan terencana dari sosok Soeharto. Ini pula yang jadi alasan dirinya memutuskan terjun ke dunia politik dan bergabung dengan Partai Berkarya besutan keluarga Cendana. 

"Saya merasa terpanggil untuk membereskan. Mengembalikan Indonesia pada jalur yang semestinya. Kalau sekarang saya lihat semua sendi-sendi kehidupan di negeri ini melenceng," katanya.

Yanti optimistis bisa memenangkan pertempuran di dapilnya. Dia yakin mampu memenangkan rasa percaya warga di 19 kabupaten/kota di penjuru Sumatera Utara. 

2 of 2

Dua Tagar

Partai Berkarya akan terjun ke Pemilu 2019 dengan mengusung dua tagar. Di tengah ramainya gerakan #2019GantiPresiden, partai tersebut juga mendengungkan #2019GantiDPR. Artinya, anggota legislatif harus diisi dengan orang baru.

"Kami ingin merebut 80 kursi DPR RI. #2019GantiDPR, itu tagar yamg kami viralkan. Kami kesini untuk memenangkan pileg dan Prabowo-Sandiaga," kata Priyo Budi Santoso, Sekjen Partai Berkarya, saat ditemui di Kota Cilegon, Banten, Selasa (11/09/2018).

Lanjutkan Membaca ↓