5 Parpol Berpotensi Tak Lolos Parlemen, Siapa Saja?

Oleh Liputan6.com pada 12 Sep 2018, 16:35 WIB
Diperbarui 12 Sep 2018, 16:35 WIB
LSI Rilis Hasil Survei 100 Hari Jokowi-JK
Perbesar
Lingkaran Survei Indonesia (LSI) memaparkan hasil survei '100 Hari Jokowi 3 Rapor Merah dan 2 Rapor Biru’ di kantor LSI Jakarta, (29/1/2015). Adjie Alfaraby saat menerangkan hasil survei LSI. (Liputan6.com/Andrian M Tunay)

Liputan6.com, Jakarta - Jelang pemilihan umum 2019 ada lima partai politik berdasarkan hasil riset Lembaga Survei Indonesia (LSI) Denny JA yang berpotensi tak lolos masuk ambang batas parlemen. Kelima partai itu adalah PKS, PPP, PAN, Nasdem, dan Perindo.

Peneliti LSI Denny JA, Adjie Alfaraby mengatakan elektabilitas kelima partai itu masih di bawah 4 persen. Sehingga, lolos tidaknya kelima partai tersebut menempatkan wakil mereka di parlemen tergantung pada persentase margin of error survei sebesar 2.9 persen.

"Jika elektabilitas partai tersebut di survei kali ini ditambah dengan margin of error survei 2.9 persen maka kelima partai tersebut masih berpotensi lolos," kata Adjie di Graha Dua Rajawali, Rawamangun, Jakarta Timur, Rabu (12/9/2018).

Meski baru hasil survei sementara, Adjie mengatakan sejak riset tahun 2017, kelima partai tersebut mengalami nasib serupa. Mereka sama-sama punya peluang lolos maupun tidak lolos parlemen.

"Lolos tidaknya lima partai ini juga sangat tergantung pada strategi masing-masing partai politik," tandasnya.

 

2 dari 2 halaman

Metode

Sementara itu diketahui LSI Denny JA melakukan survei tentang elektabilitas partai politik sejak 12 hingga 19 Agustus 2018. Riset melibatkan 1.200 responden dengan metode multistage random interview dan margin of error sebesar 2.9 persen.

Hasil survey tersebut elektabilitas PDIP sebesar 24.8 persen, Gerindra 13.1 persen, Golkar 11.3 persen, PKB 6.7 persen, Demokrat 5.2 persen, PKS 3.9 persen, PPP sebesar 3.2 persen, NasDem sebesar 2.2 persen, Perindo sebesar 1.7 persen, PAN sebesar 1.4 persen sedangkan partai lain di bawah 1 persen. Masih ada 25.2 persen bagi pemilih yang belum memutuskan.

Saksikan video pilihan di bawah ini

Lanjutkan Membaca ↓