Dua Tokoh Ini Anggap Surat Edaran Kapolri Jadi Ancaman Demokrasi

Oleh Nasuri pada 04 Nov 2015, 17:00 WIB
Diperbarui 04 Nov 2015, 17:00 WIB
Ketua Umum Peradi, Luhut Pangaribuan (kanan) saat diskusi di Kantor LBH, Jakarta, Rabu (4/11/2015). Luhut menjelaskan munculnya SE ini dianggap sebagai ancaman bagi masyarakat untuk membatasi kebebasan berekspresi (Liputan6.com/Faizal Fanani)
20151104-Diskusi Surat Edaran Kapolri- Amir Syamsuddin dan Luhut Pangaribuan-Jakarta-FF
20151104-Diskusi Surat Edaran Kapolri- Amir Syamsuddin dan Luhut Pangaribuan-Jakarta-FF
20151104-Diskusi Surat Edaran Kapolri- Amir Syamsuddin dan Luhut Pangaribuan-Jakarta-FF
20151104-Diskusi Surat Edaran Kapolri- Amir Syamsuddin dan Luhut Pangaribuan-Jakarta-FF
Klik gambar untuk perbesar
1 / 4
Ketua Umum Peradi, Luhut Pangaribuan (kanan) saat diskusi di Kantor LBH, Jakarta, Rabu (4/11/2015). Luhut menjelaskan munculnya SE ini dianggap sebagai ancaman bagi masyarakat untuk membatasi kebebasan berekspresi (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Live Streaming

Powered by