Biar Tidak Salah Ganti, Saatnya Pahami Kode Oli API, JASO, dan SAE pada Mobil!

Oleh Fachri pada 05 Okt 2022, 00:00 WIB
Diperbarui 05 Okt 2022, 00:00 WIB
Oli Mobil.
Perbesar
Ilustrasi mobil sedang diisi oli. (Foto: Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta Salah satu komponen yang paling penting dalam sebuah kendaraan adalah oli. Bagaimana tidak? Komponen oli berhubungan dengan ragam sistem pelumasan pada mesin mobil yang menyangkut banyak hal.

Namun, masih banyak pemilik kendaraan yang masih salah dalam memilih oli mobil. Kesalahan yang jamak terjadi tersebut dapat membuat mobil akan terasa tidak bertenaga dan dalam jangka panjang bisa merusak mesin.

Jika ditilik lebih cermat, setiap jenis oli memiliki kode yang tertera pada kemasan oli mesin. Kode-kode tersebut biasanya ditujukan untuk teknologi mesin apa dan memiliki pengertian yang berbeda-beda. Biasanya, kode-kode itu pun menandakan spesifikasi dari oli tersebut.

Untuk itu, setiap pemilik mobil dianjurkan untuk dapat memahami arti dari masing-masing kode yang tertera pada oli. Itu dilakukan guna meminimalisir kerugian yang bisa didapatkan ke depannya dan yang pasti bisa sesuai dengan kebutuhan mesin mobil.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


1. Kode Oli API

Kode oli ini merupakan sebuah kode standar yang menentukan kualitas oli. Kode API terdiri dari dua huruf yang terletak di belakang kode API. Misalnya, terdapat kode API SN atau API CH. huruf pertama S artinya untuk mesin bensin sedangkan C untuk diesel.

Huruf kedua yang terdapat pada kode oli ini menunjukkan kualitas yang terbaru dari oli mobil. Misalnya API SJ merupakan jenis oli lebih baru yang memiliki kualitas lebih baik dibanding API SG. Intinya, oli akan semakin bagus jika huruf kedua semakin mendekati huruf Z.

2. Kode Oli JASO

JASO merupakan kepanjangan dari Japan Automobile Standard Organization. Kode ini diperuntukkan untuk sepeda motor, bukan untuk mobil. Kode oli JASO biasanya diikuti dengan huruf MA atau MB. Kedua huruf tersebut mengacu kepada pemakaian yang berbeda.

Kalau JASO-MA itu kode buat motor kopling basah sedangkan JASO-MB buat kopling kering. Jadi, ketika kamu memiliki motor bebek atau sport yang berkopling basah, kamu bisa memilih JASO-MA. Sementara, jika motor yang kamu miliki itu matic, oli yang tepat dipilih adalah JASO-MB.


3. Kode Oli SAE

Jika ingin mengetahui tingkat kekentalan dari oli, kode ini adalah penandanya. Kode SAE yang tertera pada tiap kemasan oli mesin berpengaruh pada saat pengaliran minyak pelumas serta ketahanannya di suhu udara. Kode pada SAE juga menunjukkan kemampuan suatu oli dalam menjaga stabilitas kekentalan terhadap pengaruh suhu mesin dan lingkungan baik itu dingin atau panas.

Biasanya, di setiap kemasan oli mesin, tersemat kode huruf dan angka, seperti SAE 5W-30, SAE 10W-40, atau SAE 20W-50. Pada angka pertama yang terdapat pada oli tersebut, mengartikan tingkat kekentalan oli saat temperatur dingin. Sementara huruf W nya mengartikan winter atau temperatur dingin.

Semakin kecil angkanya, maka semakin encer tingkat kekentalan oli. Ketika mesin dinyalakan, mesin berada dalam kondisi temperatur dingin dan membutuhkan oli yang lebih encer agar lebih cepat bekerja.

Sementara untuk dua angka belakang yang ada pada oli tersebut, menandakan tingkat kekentalan oli saat temperatur mesin panas. Semakin tinggi angka tersebut juga menandakan semakin kental oli tersebut.

Oli Shell Helix.
Perbesar
Oli Shell Helix Extend 0W-40. (Foto: Istimewa)

Salah satu oli yang bisa kamu jadikan pilihan utama dalam menjaga performa mobilmu adalah Shell Helix Extend 0W-40. Pelumas carbon neutral full sintesis ini terbuat dari 99,5 persen gas alam yang melindungi mesin kendaraan lebih lama dengan kekentalan yang terjaga dan ikatan molekul yang lebih kuat. Selain itu, Shell Helix Extend 0W-40 juga memiliki volatilitas rendah yang mengurangi penguapan dan menghemat penggunaan oli, sehingga lebih awet.

Shell Helix Extend 0W-40 juga memiliki active cleansing technology yang membuat mesin tetap bersih dan terjaga, sehingga dapat bekerja dengan lebih efisien, bahkan pada kondisi jalanan yang berat. Bahkan, Shell Helix Extend 0W-40 bisa membuat kinerja mesin tetap sempurna hingga 20.000 km.

last but not least, Shell Helix Extend 0W-40 memberikan performa mesin kuat tahan lama. Dengan self-rejuvenation technology, akan membentuk ekosistem peremajaan oli untuk  meningkatkan kinerja pada mobil. Oli ini juga cocok untuk kendaraan dengan bahan bakar mesin maupun diesel lho!

Nah, itu tadi serba-serbi kode oli pada mobil yang harus kamu ketahui. Sudah paham arti kode oli pada mobil kan? Sekarang, saatnya memilih oli yang cocok untuk kebutuhan mobilmu, salah satunya Shell Helix Extend 0W-40 yang mampu menjawab kebutuhan mesin mobilmu secara tepat ya!

 

(*)

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya