Berpotensi Besar, Nilai Produksi Knalpot Purbalingga Tembus Rp 138,7 Miliar

Oleh Arief Aszhari pada 31 Agu 2022, 12:03 WIB
Diperbarui 31 Agu 2022, 12:06 WIB
Knalpot produksi Purbalingga. (Foto: Liputan6.com/Kominfo Purbalingga)
Perbesar
Knalpot produksi Purbalingga. (Foto: Liputan6.com/Kominfo Purbalingga)

Liputan6.com, Jakarta - Potensi industri kecil dan menengah (IKM) di Indonesia terus didorong oleh pemerintah, agar semakin produktif dan berdaya saing tinggi. Tercatat, dari 10.514 sentra IKM di tanah air, sebanyak 1.592 sentra terdapat di Jawa Tengah. Salah satunya, adalah yang khusus ada di industri otomotif. Sentra tersebut berlokasi di Purbalingga, yang menghasilkan produk knalpot.

"Bahkan, industri ini berhasil menjadi ikon daerah, sehingga Kabupaten Purbalingga dijuluki sebagai Kota Knalpot", kata Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Reni Yanita di Jakarta, dalam siaran pers yang diterima Liputan6.com, Selasa (30/8/2022).

Dirjen IKMA mengemukakan, IKM knalpot mengalami perkembangan yang prospektif mulai awal 1980-an. Sejak 2010 hingga saat ini, pertumbuhannya kian melesat dan mampu menyokong perekonomian daerah.

Sejarah industri knalpot Purbalingga dimulai di Dusun Pesayangan Purbalingga. Pada 1950-an, dusun ini mulanya dikenal sebagai pusat kerajinan logam seperti perkakas dapur dan gamelan. Kemudian pada 1977, salah satu pengrajin logam di Purbalingga mulai membuat knalpot, dan permintaannya terus meningkat, ungkapnya.

Pada 1980, pemasaran knalpot Purbalingga menjangkau beberapa kota di Jawa, Sumatera dan Sulawesi. Kemudian sekitar tahun 1990-an, industri kerajinan knalpot mengalami perkembangan yang pesat hingga terjadi perluasan pasar ke wilayah Kembaran Kulon, Galuh, Patemon, Mrebet, Gembong, Wirasana, hingga Babakan.

“Hingga akhirnya pada 2020, jumlah IKM di sentra knalpot Purbalingga semakin bertumbuh mencapai 204 unit usaha, dengan jumlah tenaga kerja 1.326 orang, imbuhnya. Sepanjang tahun 2020, volume produksi seluruh IKM di sentra tersebut mencapai 852.650 unit, meningkat dari tahun sebelumnya 803.750 unit," tegas Reni.

Reni menyebutkan, nilai produksi knalpot di Purbalingga meningkat hampir empat kali lipat dalam 10 tahun terakhir. "Dari Rp 37 miliar pada 2010, menjadi Rp 138,7 miliar pada 2020. Begitu pula dengan nilai investasinya melesat tiga kali lipat, dari Rp1,6 miliar pada 2010 menjadi Rp 5,2 miliar pada 2020. Ini pertumbuhan yang luar biasa besar sebagai ikon industri Purbalingga," tuturnya.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Tak Terima Ditegur Pakai Knalpot Bising, Sejumlah Pemotor Keroyok Warga

Keributan terjadi di Jalan Gandaria Tengah, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Kejadian ini viral di media sosial.

Seperti dilihat salah satu akun instagram, beberapa orang diduga dari kelompok pemotor mengeroyok sejumlah pria. Bahkan, sebagian diantara melayangkan bangku-bangku plastik ke arah pria itu.

Kejadian ini menyedot perhatian pengguna jalan lain. Namun, tak ada yang berani menghentikan aksi brutal kelompok pemotor itu.

Terkait hal ini, Kapolsek Kebayoran Baru Kompol Donni Bagus Wibisono membenarkan rekaman video tersebut. Informasinya, kejadian terjadi pada Sabtu (27/8/2022) sekira pukul 02.00 WIB.

Donny menyebut, korban telah membuat laporan ke Polsek Kebayoran Baru.

"Korban sudah membuat laporan," kata Donni saat dihubungi, Senin (29/8/2022).

Berdasarkan penyelidikan sementara, kejadian ini bermula saat korban menegur rombongan pemotor yang menggunakan knalpot bising.

Saat kejadian, korban sedang menikmati gultik.

"(Pemicu) korban menegur yang lewat karena knalpotnya bising. Korban sedang makan gultik, pelaku menggunakan kendaraan roda dua," ujar Donni.

Infografis Beli Pertalite dan Solar Bakal Pakai MyPertamina
Perbesar
Infografis Beli Pertalite dan Solar Bakal Pakai MyPertamina (Liputan6.com/Triyasni)
Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya