Cara Deteksi Kerusakan Mobil dari Warna Cairan yang Bocor

Oleh Liputan6.com pada 24 Jun 2022, 12:02 WIB
Diperbarui 24 Jun 2022, 12:02 WIB
Jangan Isi Radiator Mobil Bekas dengan Coolant
Perbesar
Bukankah coolant memiliki kelebihan ketimbang air biasa?

Liputan6.com, Jakarta - Salah satu cara yang paling umum untuk mendeteksi kebocoran oli mobil adalah melihat asap yang dihasilkan oleh knalpot. Jika terlihat asap mengepul dan tercium bau aneh, kemungkinan besar ada kebocoran pada ruang mesin.

Tentu kondisi demikian tidak diharapkan pemilik kendaraan. Terlebih kebocoran terjadi saat mobil berada di jalan, sehingga tidak mungkin melakukan pembongkaran.

Ternyata tetesan cairan di bawah kolong ruang mesin mobil dapat menjadi pertanda bahwa ada komponen pada mesin yang bermasalah. Namun pemilik mobil bisa mengenali dan mendeteksi kebocoran cairan mobil dari warnanya.

Berdasarkan postingan akun Instagram resmi PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) @tmmin_id, Minggu (19/6/2022), misalnya tetesan berwarna merah dan bening. Cairan bening, berwarna merah dan teksturmya cair seperti air, maka kemungkinan itu adalah cairan pendingin radiator di mesin mobil.

Kemudian warna merah dan kental biasanya merupakan minyak rem, oli power steering atau oli transmisi matic. Kekentalan cairan ini biasanya lebih encer daripada oli mesin.

Jika cairan berwarna coklat kehitaman dan kental, dipastikan merupakan oli mesin. Biasanya kebocoran ini berasal dari ruang mesin karena adanya tahan paking atau seal yang sudah buruk.

"Jika sudah mengetahui adanya kebocoran pada mesin mobil segera melakukan perbaikan agar tidak berakibat fatal di kemudian hari," imbuh TMMIN dalam postingannya.

Sumber: Otosia.com

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Oli Mobil Berkurang Usai Mudik Lebaran 2022, Cek Penyebabnya

Setelah pulang dari mudik Lebaran 2022, jangan kaget jika oli mobil berkurang. Jika berkurang berlebihan, Anda patut waspada.

Sebab pelumas memiliki peran penting bagi kendaraan yaitu memberikan lapisan komponen saat bergesekan agar tidak cepat aus dan rusak.

 "Berkurangnya volume oli mesin karena pemakaian adalah wajar. Ada beberapa penyebab terjadinya pengurangan oli mesin saat digunakan yaitu oli mesin yang kualitasnya kurang bagus dan juga tidak sesuai," buka Samsudin, Aftersales Support PT Astra International - Peugeot.

Menurut Samsudin, oli berkurang di luar kewajaran dipengaruhi kualitasnya. Pelumas mesin yang bagus dan sesuai akan mengurangi penguapan oli saat digunakan, sehingga pengurangan oli yang berlebihan bisa diatasi.

Selain kualitas dan kesesuaian oli mesin, hal lain yang menjadi penyebab terjadi nya pengurangan oli secara berlebihan adalah adanya kebocoran oli dari seal atau packing yang terdapat di mesin kendaraan. Ini penting untuk diperhatikan apalagi jika kebocoran oli sudah sangat parah.

Penyebab oli berkurang berlebihan

Tidak cuma itu saja, penyebab oli mesin berkurang secara berlebihan adalah ring piston dan seal klep yang sudah mulai rusak sehingga oli mesin ikut terbakar, dan juga ada nya kerusakan seperti goresan pada dinding cylinder mesin yang membuat oli mesin berkurang.

Meski tidak mengeluarkan asap putih pada knalpot, namun ini sangat perlu diperhatikan sebagai gejala ringan adanya kebocoran oli pada ruang bakar yang disebabkan oleh komponen tersebut. Jika sudah parah kerusakannya mungkin akan ada asap putih yang keluar dari knalpot.

"Sangat penting untuk memeriksa level oli setiap mobil akan digunakan agar terhindar dari kerusakan mesin yang lebih parah. Jika sudah ada indikasi berkurangnya oli mesin yang sangat berlebihan, segera konsultasikan ke bengkel resmi," imbuhnya.

Sumber: Otosia.com

Infografis Waspada Covid-19 Subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 Terdeteksi di Indonesia. (Liputan6.com/Abdillah)
Perbesar
Infografis Waspada Covid-19 Subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 Terdeteksi di Indonesia. (Liputan6.com/Abdillah)
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya