Berstandar Euro 4, Truk Mercedes-Benz Axor Aman Tenggak Solar Murah

Oleh Liputan6.com pada 14 Apr 2022, 11:36 WIB
Diperbarui 14 Apr 2022, 11:36 WIB
Truk
Perbesar
Fasilitas perakitan truk Mercedes-Benz di Wanaherang, Bogor, Jawa Barat. (Hafid/Otosia)

Liputan6.com, Jakarta - PT Daimler Commercial Vehicle Indonesia (DCVI) mengumumkan bahwa salah satu produk andalannya, Mercedes-Benz Axor sudah memenuhi standar emisi Euro 4, Selasa (12/4/2022).

“Peluncuran produknya baru akan dilakukan pada 7 Juni 2022 mendatang. Namun produksi sudah dimulai dari sekarang. Kami juga sudah mulai mendapat beberapa pesanan,” ujar Faustina Tjandra, Head of Product Mangement and Marketing PT DVCI pada acara buka puasa bersama media hari ini.

Truk Mercedes-Benz Axor yang memenuhi standar emisi gas buang Euro 4 menggunakan teknologi mesin Unitized Pump Direct Injection dan teknologi Selective Catalytic Reduction (SCR) dan AdBlue.

Selain lebih ramah lingkungan, Mercedes-Benz Axor Euro 4 juga diklaim memiliki efisiensi bahan bakar yang tinggi, juga lebih hemat perawatannya. Karena interval servis berkala ditingkatkan menjadi 50 ribu km.

Bimo Nuswantoro, Sales & Product Training Assitant Manager PT DVCI dalam penjelasannya mengatakan bahwa selain teknologi SCR dan adBlue yang membuat kinerja mesin lebih optimal, ada pula Zero Pressure Drain Unit Pump yang dapat menurunkan secara signifikan resiko rembesnya bahan bakar ke oli. Itu sebabnya usia pakai oli atau waktu operasi menjadi lebih panjang.

Meski begitu untuk dapat menghasilkan gas buang yang sesuai standar Euro 4, truk Mercedes-Benz Axor wajib mengonsumsi AdBlue dan bahan bakar solar berkualitas.

AdBlue adalah Diesel Exhaust Fluid (ADF) atau zat aditif yang terbuat dari urea dan deionized water (air yang tak mengandung ion-ion). Cairan ini ditampung dalam sebuah tangki khusus untuk disemprotkan lewat injektor yang terdapat di saluran gas buang.

Penggunaan AdBlue diklaim tak begitu menambah beban operasional. Karena konsumsi rata-ratanya hanya sekitar 3 persen sampai 5 persen dari konsumsi bahan bakar. Harganya pun relatif terjangkau, yakni sekitar Rp10 ribu sampai Rp11 ribu per liter.

Tapi yang tak kalah penting, untuk dapat memenuhi standar gas buang Euro 4, pengguna wajib meminum solar berkualitas.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Aman Tenggak Solar Murah

Menurut Jung Woo Park, President Director PT DVCI, minimal Pertamina DEX. Menariknya Ia pesimis konsumennya akan membeli jenis solar yang paling mahal yang dijual di SPBU Pertamina itu.

Makanya Jung Woo Park benar-benar memastikan bahwa truk Mercedes-Benz Axor Euro 4 yang sudah dirakit di Indonesia itu tidak bermasalah meskipun meminum jenis solar yang dijual lebih murah.

“Kami sudah melakukan pengujian. Saat ini masih berlangsung dan sudah menempuh lebih dari 200 ribu km. Kami lakukan pengecekan secara berkala terhadap komponen SCR. Kami pastikan produk kami tetap dapat diandalkan dan tidak mengalami hambatan berarti,” ujar pria asal Korea tersebut.

Walaupun telah teruji, namun Daimler Commercial Vehicle Indonesia tidak lantas menghalalkan truk Mercedes-Benz Euro 4 menenggak bio solar.

“Bagaimanapun juga kami mendukung pemerintah dalam program ini dan merekomendasikan penggunakan bahan bakar sesuai dengan spesifikasi yang dianjurkan demi memenuhi standar emisi Euro 4,” klarifikasi Faustina.

Sumber: Oto.com

Infografis Ayo Jadikan 2022 Tahun Terakhir Indonesia dalam Masa Pandemi Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)
Perbesar
Infografis Ayo Jadikan 2022 Tahun Terakhir Indonesia dalam Masa Pandemi Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)
Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya