Perluasan Jaminan Asuransi Kendaraan Dibutuhkan Saat Cuaca Ekstrem

Oleh Liputan6.com pada 09 Mar 2022, 17:09 WIB
Diperbarui 09 Mar 2022, 17:09 WIB
Mobil tertimpa pohon tumbang di Bogor
Perbesar
Sebuah mobil tertimpa pohon tumbang di Jalan MA Salmun, Kota Bogor, Senin (7/3/2022) pagi. Pohon tersebut tumbang akibat diterjang angin kencang. (Liputan6.com/Achmad Sudarno)

Liputan6.com, Jakarta - Belakangan ini cuaca buruk melanda beberapa kota di Indonesia. Hujan lebat disertai angin kencang mengakibatkan banjir hingga pohon tumbang.

Oleh karenanya masyarakat dituntut untuk lebih waspada dengan kondisi yang diperkirakan akan berlangsung hingga beberapa waktu ke depan.

Salah satu yang perlu diperhatikan adalah perlindungan terhadap kendaraan dari dampak bencana alam. Produk asuransi kendaraan memiliki perlindungan terhadap kondisi ini sebagai bentuk antisipasi.

L. Iwan Pranoto, Head of Communication and Customer Service Management Asuransi Astra mengungkapkan sebagai pemilik kendaraan harus selalu waspada terhadap berbagai macam risiko yang mungkin dihadapi.

Terlebih risiko akan bencana alam yang tidak dapat dihindari ataupun diprediksi. Lewat asuransi, hal tersebut dapat lebih terjamin.

Iwan menyarankan pada pemilik kendaraan untuk memastikan apakah asuransi yang dimiliki sudah mendapatkan perluasan jaminan.

Ini karena risiko kendaraan akibat bencana alam tidak termasuk pada standar pelayanan asuransi yang didapatkan, melainkan perluasan.

“Karena pada dasarnya risiko kendaraan akibat bencana alam termasuk pengecualian penjaminan sehingga tidak akan dicover oleh polis asuransi mobil standar. Hal tersebut memang sudah tertulis dalam Polis Standar Asuransi Kendaraan Bermotor Indonesia (PSAKBI) pasal 3 ayat 3,” ucap Iwan dalam keterangannya, Selasa (8/3/2022).

Selain perlindungan asuransi, kenyamanan berkendara di tengah cuaca ekstrem juga hadir dari beberapa hal berikut.

Pertama kondisi fit pengemudi saat berkendara. Menjalankan kegiatan berkendara selama pandemi dengan cuaca ekstrem butuh kondisi kesehatan yang memadai.

Jangan mengemudi saat lelah, mengantuk, karena dapat mengganggu konsentrasi selama berkendara. Kenakan sabuk pengaman sebagai perlindungan pertama saat terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Hal Lain yang Mesti Diperhatikan

Kondisi berikutnya pastikan kendaraan dalam kondisi layak alias berfungsi normal. Pastikan bahan bakar mobil telah terisi dalam batas aman, pengecekan rem, lampu-lampu, klakson, tekanan udara dan kondisi ban juga wiper yang akan membantu pengemudi selama cuaca ekstrem.

Lakukan juga penilaian sebelum perjalanan. Jika dirasa cuaca terlalu ekstrem, jangan memaksakan diri melanjutkan perjalanan, menepi atau berhenti di tempat aman dan tunggu hingga cuaca reda. Ini akan mengurangi resiko yang lebih besar di perjalanan.

Langkah lain yang harus dilakukan saat berkendara di cuaca ekstrem adalah memastikan berkendara dengan aman.

Lakukan ini dengan mentaati peraturan lalu lintas seperti memperhatikan batas normal, memastikan muatan mobil tidak berlebih, mematuhi rambu lalu lintas dan menjaga jarak antar kendaraan.

Terapkan aturan tiga detik untuk menyediakan waktu bereaksi antar kendaraan, menghindari kecelakaan di jalan raya.

Khusus pelanggan asuran mobil Garda Oto, jika ingin melakukan perluasan jaminan dalam menghubungi Garda Mobile Otocare dengan menghubungi nomor 1500112 selama 24 jam.

Bisa juga dengan mengunjungi Garda Center atau cabang Asuransi Astra terdekat.

Sumber: Oto.com


Infografis Ayo Jadikan 2022 Tahun Terakhir Indonesia dalam Masa Pandemi Covid-19

Infografis Ayo Jadikan 2022 Tahun Terakhir Indonesia dalam Masa Pandemi Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)
Perbesar
Infografis Ayo Jadikan 2022 Tahun Terakhir Indonesia dalam Masa Pandemi Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya