Pemilik Land Cruiser Terbaru Dilarang Jual Mobilnya, Toyota Angkat Bicara

Oleh Liputan6.com pada 29 Jul 2021, 09:00 WIB
Diperbarui 29 Jul 2021, 09:34 WIB
Tampang Toyota Land Cruiser. (Foto: Gaadiwaadi)
Perbesar
Tampang Toyota Land Cruiser. (Foto: Gaadiwaadi)

Liputan6.com, Jakarta - Beberapa waktu lalu Toyota dikabarkan melarang pemilik Land Cruiser 2022 untuk menjual kembali mobilnya. Toyota memberikan persyaratan tersebut dengan alasan keamanan.

Kabar ini pertama kali dilaporkan oleh majalah lokal Mag-X. Majalah lokal itu juga menyebut bahwa pre-order SUV besar itu juga dihentikan sementara.

Kemudian, pemilik yang sudah memesan juga harus menandatangani perjanjian tidak menjual kembali SUV tersebut. Termasuk ke pasar luar Jepang atau mengekspornya.

Dilansir dari Motor1.com, Toyota Jepang pun akan bicara terkait hal tersebut. Toyota berusaha memberikan pemahaman jika penjualan dilakukan bukan oleh dealer dan risikonya. Berikut keterangan lengkap Toyota dikutip dari Motor1:

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Keterangan Toyota

Dealer Toyota dan Toyota Motor Corporation memiliki pemahaman yang sama bahwa ketika menjual kendaraan ke pelanggan di Jepang, penjualan tidak berakhir, tetapi setiap dealer akan melanjutkan hubungan yang bertanggung jawab dengan pelanggan, termasuk layanan purna jual, untuk melindungi keselamatan dan keamanan pelanggan.

Selain itu, Land Cruiser sangat populer di luar negeri, dan kami prihatin dengan arus kendaraan dari Jepang ke luar negeri setelah dirilis, serta kemungkinan diekspor ke wilayah tertentu di mana peraturan keamanan diberlakukan.

Kami juga menyadari jika itu terjadi dan dealer Toyota diselidiki atas dugaan keterlibatan dalam pelanggaran Undang-Undang Valuta Asing dan Perdagangan luar Negeri (UU Devisa), itu akan menjadi masalah besar. Tidak hanya untuk dealer Toyota yang bersangkutan tapi juga untuk semua dealer Toyota dan Toyota Motor Corporation.

Sebagai produsen yang memasok kendaraan, Toyota Motor Corporation telah memperingatkan semua dealer Toyota di seluruh negeri untuk kemungkinan pelanggaran Valuta Asing dan UU Perdagangan Luar Negeri guna meminimalkan risiko pelanggaran hukum.

Dengan ini sebagai referensi, kami menyadari bahwa setiap dealer telah membuat keputusan dari perspektif kepatuhan hukum dan telah menerima janji tertulis dari pelanggan. Langkah ini diambil berdasarkan situasi global terkini dan karakteristik Land Cruiser, kami percaya bahwa mereka tidak melanggar UU Anti-Monopoli.

Toyota Motor Corporation akan terus memberikan produk yang baik melalui dealer dan distributor di sleuruh dunia sambil mematuhi hukum dan peraturan masing-masing negara, dan kami meminta pengertian Anda dalam hal ini.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Pre-Order Membeludak

Hingga saat ini, Toyota Land Cruiser terbaru ini sudah menerima 22.000 pemesanan sejak diibuka awal bulan ini. Toyota Land Cruiser akan mulai dijual pada 2 Agustus 2021 dengan harga JPY 5,1 juta atau Rp 672 jutaan (Kurs JPY 1 = Rp 131).

Dengan tingginya pre-order tersebut, pemesan dianggap akan menjual mobil itu kembali. Maka jika hal itu terbukti, maka pre-order akan dibatalkan.

Berhenti Produksi Sementara

Terlepas dari hal itu, Toyota akan menghentikan produksi Land Cruiser anyar ini pada 5 dan 6 Agustus 2021 akibat kekurangan suku cadang. Ini adalah imbas pandemi COVID-19 di Asia Tenggara.

Tak hanya model terbaru, Land Cruiser 70 yang lama pun akan dihentikan produksinya sementara. Penghentian produksi ini juga dialami oleh Lexus LX.

Sumber:Otosia.com

 

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Infografis Titik Lengah Makan Bersama

Infografis Titik Lengah Makan Bersama
Perbesar
Infografis Titik Lengah Makan Bersama (Liputan6.com/Abdillah)
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya