Mulai Jualan Tahun 2021, Tesla Lobi Pemerintah India Turunkan Bea Masuk Mobil Listrik

Oleh Arief Aszhari pada 26 Jul 2021, 07:00 WIB
Diperbarui 26 Jul 2021, 07:00 WIB
Logo Tesla Model 3
Perbesar
Logo Tesla Model 3 sebelum diganti (Foto:

Liputan6.com, Jakarta - Tesla Inc telah menulis surat kepada kementerian India untuk mencari pengurangan besar dalam bea masuk kendaraan listrik. Hal ini, merupakan sebuah langkah yang dikatakan akan meningkatkan permintaan dan menghasilkan pendapatan bagi pemerintah.

Demikian diungkapkan dua sumber yang mengetahui hal tersebut, dilansir Reuters, Senin (26/7/2021).

Rencana Tesla ini, kemungkinan besar akan menghadapi perlawanan dari pemerintahan Perdana Menteri Narendra Modi, yang telah memperjuangkan pajak impor yang tinggi untuk banyak industri. Kebijakan ini, dalam upaya untuk meningkatkan manufaktur lokal.

Sementara itu, pembuat mobil mewah lainnya di India juga telah melobi pemerintah sebelumnya untuk menurunkan pajak mobil impor. Namun, hanya sedikit yang berhasil karena tantangan dari saingan dengan operasi domestik.

Tesla yang bertujuan untuk memulai penjualan di Negeri Bollywood tahun ini mengatakan, dalam sebuah surat kepada kementerian dan lembaga terkemuka mengatakan, pemotongan pajak atas impor mobil listrik rakitan hingga 40 persen akan lebih tepat.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Tarif

Jika dibandingkan dengan tarif saat ini, yaitu 60 persen mobil dengan harga di bawah US$40 ribu dan 100 persen untuk di atas 40.000

" Argumennya adalah dengan bea masuk 40 persen, mobil listrik bisa menjadi lebih terjangkau tetapi ambang batasnya masih cukup tinggi untuk memaksa perusahaan memproduksi secara lokal jika permintaan meningkat," kata salah satu sumber.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Infografis Perbedaan Aturan PPKM Level 3 dan 4

Infografis Perbedaan Aturan PPKM Level 3 dan 4. (Liputan6.com/Abdillah)
Perbesar
Infografis Perbedaan Aturan PPKM Level 3 dan 4. (Liputan6.com/Abdillah)
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya