Volvo Tinggalkan Nama dengan Alfanumerik pada Model Terbarunya

Oleh Fahmi Rizki pada 26 Jul 2021, 06:01 WIB
Diperbarui 26 Jul 2021, 06:01 WIB
Volvo rencanakan untuk tidak lagi pakai alfanumerik sebagai nama modelnya
Perbesar
Volvo rencanakan untuk tidak lagi pakai alfanumerik sebagai nama modelnya

Liputan6.com, Jakarta - Setiap pabrikan mobil memiliki ciri untuk menamakan setiap model yang dirilisnya. Biasanya, penggunaan tersebut berbasis pada sebuah nama atau angka untuk memudahkan konsumen mengingatnya.

Beberapa ciri khas yang dipakai adalah seperti BMW menggunakan angka, Toyota menggunakan huruf serta beberapa pabrikan lain menggunakan penggabungan antara huruf dan angka sebagai identitas model mereka.

Sama halnya seperti Volvo, produsen otomotif yang kini sahamnya sebagian besar dimiliki oleh Geely. Mereka menggunakan metode alfanumerik, di mana setiap penamaan modelnya menggabungkan huruf dan angka.

Beberapa penamaan tersebut antara lain adalah Volvo S80, Volvo XC90 serta model terbarunya adalah Volvo XC40 Recharge.

Namun, kabar terbarunya mereka dikabarkan sudah memutuskan untuk tidak lagi menggunakan alfanumerik pada penamaan model.

Dengan begitu, Volvo, akan menggunakan penamaan mobil menggunakan nama untuk kemudahan konsumen dalam mengingatnya.

Hal ini juga ditegaskan secara langsung oleh CEO Volvo, Hakan Samuelsson, yang mengatakan penerus model XC90 akan datang dengan penggunaan nama yang lebih emosional.

"Kita berbicara tentang arsitektur yabg benar-benar baru, generasi baru mobil listrik. Semua mobil listrik dengan komputasi terpusat. Adalah baik dan jrlas untuk menandai bahwa ini adalah awal yang baru, dan itulah mengapa kita tidak akan memiliki angka dan huruf, jenis nama rekayasa," jelas Samuelsson, melansir carscoops.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Sudah Diterapkan Pada Mobil Konsep Mereka

Volvo Recharge sebagai mobil yang merepresentasikan masa depan
Perbesar
Volvo Recharge sebagai mobil yang merepresentasikan masa depan

Dari langkah tersebut, Volvo, sebetulnya sudah mengantisipasi. Hal ini terlihat melalui model konsep yang ditampilkan telah menggunakan 'Recharge' sebagai nama yang akan digunakan.

Pada model tersebut, embel-embel huruf dan angka, tidak lagi dipakai oleh prinsipal.

Meskipun model ini kabarnya akan dirilis pada 2022, namun Samuelsson, menjelaskan kembali bahwa nama yang santer terdengar tersebut belum pasti akan digunakan.

Menurutnya hal tersebut masih akan dibahas dan dirapatkan bersama sehingga menghasilkan nama yang lebih menarik.

"Kami akan memberi mereka nama seperti Anda memberi nama pada bayi yang baru lahir," tandad Samuelsson.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Infografis Kopi-Kopi Indonesia yang Jadi Primadona

Infografis Kopi-Kopi Indonesia yang Jadi Primadona
Perbesar
Infografis Kopi-Kopi Indonesia yang Jadi Primadona. (Liputan6.com/Trieyasni)
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya