Alasan Amerika Serikat Pernah Patok Pajak Tinggi untuk Sektor Otomotif

Oleh Fahmi Rizki pada 09 Jul 2021, 13:02 WIB
Diperbarui 09 Jul 2021, 13:02 WIB
Alasan Pemerintah Amerika Serikat pernah menaikkan pajak sektor otomotif
Perbesar
Alasan Pemerintah Amerika Serikat pernah menaikkan pajak sektor otomotif (Foto: forbes.com).

Liputan6.com, Jakarta - Semasa kepemimpinan Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat, dirinya sempat memberlakukan kenaikan pajak otomotif. Tidak tanggung-tanggung, ia menaikkan pajak sebesar 35 persen untuk beberapa brand mobil non Amerika Serikat.

Hal ini terungkap melalui dokumen yang sempat disembunyikan oleh pemerintahan Trump. Kini, dokumen tersebut akhirnya terkuak mengenai alasan peningkatan pajak otomotif.

Dalam dokumen tersebut, terungkap bahwa Donald Trump mengenakan tarif sebesar 25 persen untuk suku cadang buatan luar negeri, seperti Toyota Supra dab Porsche Taycan.

Sementara SUV dan crossover termasuk Audi Q5, pemerintah Amerika Serikat mengenakan tarif yang lebih besar lagi yakni 35 persen.

Salah seorang Senator, Pat Toomey, dari Partai Republik merupakan sosok yang menyusun undang-undang. Menurutnya, kenaikan tarif tersebut memang tidak mendasar.

"Sekilas menegaskan apa yang kami harapkan. Pembenaran untuk tarif ini sama sekali tidak mendasar," jelasnya mengutip Reuters.

Salah satu alasan diterbitkannya pajak tinggi untuk beberapa mobil non Amerika Serikat dan suku cadangnya adalah melihat industri otomotif Amerika Serikat yang dianggap tidak bergairah.

Di samping itu, isu mengenai masalah keamanan nasional juga sempat dikabarkan menjadi pemicu kenaikan tarif tersebut.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Amerika Sempat Mengkategorikan Beberapa Produsen Otomotif

General Motors Catatkan Hasil Termanis Sepanjang 8 tahun
Perbesar
General Motors (GM) berhasil menjual kendaraan sebanyak 203.745 unit sepanjang Januari di AS. Ini adalah capaian terbaik dalam 8 tahun.

Oleh karenanya, mereka membatasi keran impor terkait suku cadang atau mobil baru yang masuk dari luar Amerika Serikat.

"Penetrasi impor yang signifikan selama tiga dekade terakhir telah sangat melemahkan industri otomotif Amerika Serikat, karena produksi mobil dan suku cadang mobil milik Amerika telah dikurangi oleh impor dan basis domestik telah melemah," jelas sebuah laporan yang diturunkan Reuters.

Dari hasil laporan tersebut, maka pemerintah Amerika Serikat memisahkan antara produsen otomotif asli Amerika dan non Amerika. Mereka mengganggap, Tesla, Ford dan General Motors, sebagai pembuat mobil asli Amerika.

Sementara Chrysler, Jeep, dan Dodge, dianggap non Amerika karena sudah terafiliasi dengan pabrikan lain yang tergabung dalam Stellantis.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Infografis Merokok Sambil Berkendara Didenda Rp 750 Ribu

Infografis Merokok Sambil Berkendara Didenda Rp 750 Ribu
Perbesar
Infografis Merokok Sambil Berkendara Didenda Rp 750 Ribu. (Liputan6.com/Triyasni)
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya