Mobil Sitaan Kasus Asabri Dilelang, 11 Unit Laku dengan Nilai Rp 17,2 Miliar

Oleh Liputan6.com pada 27 Jun 2021, 06:12 WIB
Diperbarui 27 Jun 2021, 06:12 WIB
Kejagung Lelang 16 Mobil Sitaan Kasus Korupsi PT Asabri
Perbesar
Sejumlah kendaraan sitaan dari tersangka tindak pidana korupsi PT Asabri di Kantor Pusat PT ASABRI (Persero), Cawang, Jakarta, Sabtu (12/6/2021). Lelang mobil hasil sitaan kasus korupsi PT Asabri dilakukan pada 15 Juni 2021 pukul 09.00-11.00 WIB. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Liputan6.com, Jakarta - 11 dari 16 mobil sitaan Kejaksaan Agung (Kejagung) terkait perkara dugaan Tindak Pidana Korupsi dan Tindak Pidana Pencucian Uang dalam Pengelolaan Keuangan Dan Dana Investasi oleh PT Asabri (Persero) laku dalam proses lelang.

"Proses lelang yang merupakan tindak lanjut Nota Dinas Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Nomor B-101/F.2/Fd.2 /04/2021 tanggal 7 April 2021 perihal Bantuan Pelelangan Aset Dalam Tahap Penyidikan, dilaksanakan berdasarkan pertimbangan-pertimbangan," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak dalam keterangannya, Jumat (25/6).

 

mobil
Perbesar
Daftar mobil sitaan kasus Asabri yang dilelang.

Dia menjelaskan sejumlah pertimbangan pelelangan barang sitaan itu. Salah satunya dalam penyidikan perkara tersebut pada beberapa perusahaan periode tahun 2012 sampai dengan 2019 atas nama tersangka JS, SW, IWS dan HH telah dilakukan tindakan penyitaan atau penitipan benda sitaan berupa kendaraan baik mobil-mobil maupun bus yang memiliki nilai ekonomis tinggi.

Namun, untuk mencegah dari kerusakan barang-barang sitaan tersebut memerlukan biaya penyimpanan tinggi yang tentunya membebani anggaran Kejaksaan.

"Penyimpanan benda sitaan yang mempunyai sifat cepat rusak akan mengakibatkan menurunnya nilai ekonomis dari benda sitaan tersebut sehingga berpotensi merugikan keuangan negara, karena pada saat dilakukan pelelangan nilai barang tersebut menjadi sangat rendah atau bahkan tidak mempunyai nilai ekonomis lagi, sehingga dipandang perlu untuk dilakukan penyelesaian secara cepat," ujar dia.

"Pelelangan benda sitaan yang mempunyai sifat cepat rusak dan memerlukan biaya penyimpanan yang tinggi dilakukan melalui Lelang Eksekusi Benda Sitaan Pasal 45 Kitab Undang Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) melalui perantaraan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL)," imbuh dia.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Mobil dengan Harga Tertinggi

Dia menyebut, terhadap benda sitaan berupa 16 mobil telah dilaksanakan lelangnya pada Selasa, 15 Juni 2021 di KPKNL Jakarta IV melalui e-Auction open bidding yang diakses pada alamat domain https://www.lelang.go.id.

"Penawaran dimulai pukul 09.00 Wib sampai dengan pukul 11.00 Waktu Server Aplikasi Lelang Internet (sesuai WIB)," sebutnya.

Sejumlah mobil yang dilakukan pelelangan mulai dari harga tertinggi seperti Ferrari dengan nomor polisi B 15 TRM yang dibuka dengan harga Rp 6.088.600.000 dan laku dengan harga Rp 6.378.600.000.

Sementara itu, harga mobil terendah adalah Nissan dengan nomor polisi B 1940 SAJ dengan harga Rp121.200.000 dan laku dengan harga Rp152.200.000. Sehingga, jika ditotal uang hasil pelelangan ini mencapai Rp17.232.600.000.

"Selanjutnya hasil bersih lelang seluruhnya akan disetorkan ke Rekening Penampungan pada Jampidsus untuk dapat digunakan sebagai barang bukti pengganti dalam proses penyelesaian lebih lanjut perkara pada tersangka tersebut dan terhadap 5 mobil yang tidak laku akan dilakukan lelang ulang pada 1 Juli 2021," tutupnya.

Penulis: Nur Habibie

Sumber: Merdeka.com

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Infografis Pedoman Isolasi Mandiri Pasien Tanpa Gejala Covid-19

Infografis Pedoman Isolasi Mandiri Pasien Tanpa Gejala Covid-19. (Liputan6.com/Trieyasni)
Perbesar
Infografis Pedoman Isolasi Mandiri Pasien Tanpa Gejala Covid-19. (Liputan6.com/Trieyasni)
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya