Ribuan Mobil Listrik Tesla Kena Recall Gara-Gara Sabuk Pengaman

Oleh Arief Aszhari pada 07 Jun 2021, 12:09 WIB
Diperbarui 07 Jun 2021, 12:09 WIB
Logo Tesla
Perbesar
Logo Tesla (Foto: logospike.com).

Liputan6.com, Jakarta - Program penarikan kembali untuk diperbaiki (recall) kembali menimpa Tesla. Kampanye perbaikan kali ini ditenggarai karena masalah sabuk pengaman, dan melibatkan sekitar 5.530 mobil listrik asal Amerika Serikat tersebut.

Melansir Reuters, penarikan ini mencakup Model 3 yang diproduksi antara 2018 sampai 2020 serta model Y yang diproduksi antara 2019 sampai 2021. Secara detail, penarikan ini karena pengencang untuk sabuk pengaman depan ke pilar B mungkin tidak terpasang dengan benar.

Tidak hanya satu masalah, Tesla juga melakukan recall karena masalah lainnya, yang melibatkan sebanyak 2.166 unit Model Y yang diproduksi pada 2019 sampai 2021 karena pengencang yang menahan retraktor sabuk pengaman baris kedua sebelah kiri dan kanan kemungkinan tidak terpasang dengan benar.

Jenama asal Negeri Paman Sam itu sendiri mengatakan kepada Administrasi Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional (NHTSA), bahwa pihaknya tidak mengetahui adanya kecelakaan atau cedera yang berkaitan dengan penarikan itu.

Tesla sendiri akan memeriksa dua masalah tersebut, dan jika perlu mengganti komponen untuk memastikan semuanya benar.

Selain itu, selama proses perakitan model yang terdampak recall ini, pekerja tida dapat mencapai persyaratan yang ditentukan saat menagamankan pengencang kursi depan.

Jadi, diperlukan inspeksi dan perbaikan pengencang sabuk pengaman di produksi berikutnya secara manual.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Recall lainnya

Tesla harus menarik hampir 6.000 unit kendaraannya di Amerika Serikat (AS). Hal tersebut disebabkan karena baut kaliper rem yang berpotensi longgar, dan bisa menyebabkan hilangnya tekanan ke ban. Demikian dokumen yang dipublikasikan, disitat dari Reuters, Rabu (2/6/2021).

Kampanye penarikan kembali untuk diperbaiki (recall) ini melibatkan Model 3 yang diproduksi 2019 sampai 2021 dan Model Y 2020 sampai 2021.

Pabrikan milik Elon Musk ini sendiri sudah melaporkan kepada Administrasi Keselematan lalu Lintas Jalan Raya Nasional (NHTSA), tida ada laporan kecelakaan atau yang menimbulkan cedera terkait masalah tersebut. Jenama Negeri Paman Sam ini sendiri, juga akan memeriksa dan mengencangkan, atau mengganti baut kaliper jika memang diperlukan.

Tesla menyatakan, baut yang longgar ini dapat membuat kaliper rem terpisah dan menyentuh pelek roda, yang dapat menyebabkan hilangnya tekanan ban dalam kondisi yang sangat jarang terjadi. Kemudian, jika pemilik ada yang mengalami masalah tersebut, Tesla akan menderek unitnya dan membawa ke bengkel terdekat.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Infografis 3 Area Wajah Sering Disentuh Tangan Rentan Covid-19Infografis 3 Area Wajah Sering Disentuh Tangan Rentan Covid-19

Infografis 3 Area Wajah Sering Disentuh Tangan Rentan Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)
Perbesar
Infografis 3 Area Wajah Sering Disentuh Tangan Rentan Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)
Lanjutkan Membaca ↓