Suzuki Jepang Bakal Berhenti Produksi karena Kekurangan Chip Semikonduktor, Indonesia Terdampak?

Oleh Arief Aszhari pada 29 Mei 2021, 10:08 WIB
Diperbarui 29 Mei 2021, 10:08 WIB
Suzuki
Perbesar
Proses perakitan mobil di pabrik Suzuki di kawasan Industri GIIC Deltamas, Cikarang, Bekasi, Jawa Barat. (Oto.com)

Liputan6.com, Jakarta - Kekurangan chip semikonduktor tengah dialami banyak pabrikan otomotif dunia. Karena masalah tersebut, produksi mobil dari beberapa merek ini terganggu bahkan sampai berhenti sementara.

Salah satu yang bakal menghentikan proses produksinya adalah Suzuki. Produsen berlambang huruf 'S' ini, harus menghentikan tiga pabrik domestiknya di prefektur Shizuoka, Jepang. Pemberhentian ini, akan dilakukan selama tiga sampai sembilan hari.

Lalu, bagaimana dengan produksi Suzuki di Indonesia? Dijelaskan Shodiq Wicaksono, Board of Director PT Suzuki Indomobil Motor (SIM), berhentinya produksi karena kelangkaan chip semi konduktor ini hanya terjadi di pabrik Shizuoka, Jepang, dan kegiatan produksi di Indonesia sendiri tidak berpengaruh masalah tersebut.

"Di Indonesia sendiri, kami pastikan pabrik-pabrik Suzuki tetap beroperasi normal seperti biasa, tidak ada penutupan pabrik," jelas Shodiq, melalui pesan elektronik yang ditunjukan kepada Liputan6.com, Jumat (28/5/2021).

Lanjutnya, pihak Suzuki Indonesia sendiri akan melakukan upayakan semaksimal mungkin untuk tetap memenuhi permintaan yang tinggi dari konsumen di Indonesia.

"Kami akan melakukan upaya maksimal untuk memenuhi permintaan konsumen yang tinggi terhadap mobil-mobil unggulan Suzuki produksi dalam negeri, seperti new Carry, XL7, all new Ertiga, Karimun Wagon R, dan APV," pungkasnya.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Kelangkaan Chip Semikonduktor Juga Dialami Mitsubishi

Industri otomotif dunia saat ini tengah menghadapi masalah kurangnya chip semikonduktor. Akibatnya, banyak pabrikan roda empat yang harus menghentikan sementara produksinya, mulai bulan depan di berbagai fasilitas di seluruh dunia.

Salah satu yang terdampak adalah Mitsubishi, yang harus mengurangi produksinya sebanyak 30 ribu unit.

Menurut sumber yang mengatakan kepada Reuters, penghentian produksi ini akan terjadi di beberapa negara, seperti Jepang, Thailand, dan Indonesia. Keputusan ini juga, telah memperhitungkan dalam prospek pendapatan pembuat mobil pada tahun fiskal ini.

Menanggapi kabar tersebut, PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia (MMKI), melalui HR & GA Director-nya, Prianto mengatakan pihaknya masih terus memantau masalah ini.

"Kami belum melakukan penurunan produksi yang signifikan sampai dengan saat ini dan kami akan terus memantau hal ini," jelas Prianto melalui surat elektronik yang dikirimkan untuk Liputan6.com.

Sementara itu, selain Mitsubishi, Nissan juga akan menghentikan produksi di pabrik Kyushu Jepang selama tiga hari, pada 24,25, dan 28 Juni. Produsen mobil itu juga akan melakukan penyesuaian produksi selama sebulan di pabrik Tochigi dan Oppama.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Infografis 5 Gejala Sakit Kepala Akibat Covid-19

Infografis 5 Gejala Sakit Kepala Akibat Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)
Perbesar
Infografis 5 Gejala Sakit Kepala Akibat Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)
Lanjutkan Membaca ↓