Toyota Targetkan Produksi 10,4 Juta Kendaraan Hingga Maret 2023

Oleh Arief Aszhari pada 10 Mei 2021, 14:06 WIB
Diperbarui 10 Mei 2021, 14:06 WIB
20160126-Produksi-Kijang-Inova-serta-Fortuner-Jakarta-IA
Perbesar
Pekerja menyelesaikan pembuatan mobil di pabrik Karawang 1 PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, Jawa Barat, Selasa (26/1). Pabrik ini memproduksi Kijang Innova serta Fortuner mencapai 130.000 unit pertahun. (Liputan6.com/Immanuel Antonius)

Liputan6.com, Jakarta - Toyota Motor Corp berencana memproduksi 10,4 juta kendaraan secara global hingga fiskal 2022 berakhir, yaitu pada Maret 2023. Jumlah tersebut, terdiri dari kombinasi Toyota dan Lexus. Demikian dilansir Asia Nikkei, Senin (10/5/2021).

Dengan target tersebut, rencananya jaringan fasilitas produksi di luar Jepang bakal memproduksi 7,1 juta unit dan di Jepang sebanyak 3,3 juta unit.

Berdasarkan data internal yang dirilis Asia Nikkei, produksi Toyota di luar Jepang mengalami peningkatan sekitar 10 persen dan untuk di Jepang sendiri naik sekitar 3 persen. Target produksi ini sendiri, juga menandai pertama kalinya produksi Toyota Group mencapai 10 juta unit.

Rencana ini menjadi cukup mungkin, karena didorong dengan kampanye vaksinasi yang sukses, serta produksi semikonduktor yang mulai pulih.

Selain itu, jaringan vendor utama Toyota juga telah mendapatkan informasi terkait target tersebut, dan telah menyiapkan berbagai strategi investasi.

Target Toyota untuk meningkatkan produksi ini akan dirasakan di seluruh rantai pasok mobil, dan kemungkinan akan menjadi kekuatan pendorong utama untuk meningkatkan industri otomotif global setelah hantaman pandemi Covid-19.

Sementara itu, rencana produksi Toyota untuk fiskal ini, yang berakhir Maret 2022 telah menargetkan produksi secara total sebanyak 9,5 juta unit.

2 dari 4 halaman

Gelombang Tsunami Covid-19 di India, Suzuki Hingga Toyota Setop Produksi

Meningkatnya kasus Covid-19 di India memaksa sejumlah pabrikan otomotif, seperti Suzuki, Honda, dan Toyota untuk sementara waktu menghentikan produksi kendaraannya.

Pasalnya, pemerintah Negeri Bollywood mendesak produsen otomotif ini untuk mengalihkan oksigen yang digunakan untuk industri bisa dialihkan sebagai penggunaan medis.

Melansir Asia Nikkei, Maruti Suzuki akan menutup dua pabrik mobil di Manesar dan Gurugram, Sabtu (9/5/2021) agar oksigennya bisa digunakan untuk mendukung kesehatan.

Pabrikan berlambang huruf 'S' ini, juga akan melanjutkan penutupan pabrik sebagai perawatan rutin, yang biasanya berlangsung pada Juni.

"Dalam situasi saat ini, kami percaya bahwa semua oksigen yang tersedia harus digunakan untuk menyelamatkan nyawa," kata Maruti Suzuki dalam sebuah pernyataan.

Begitu pula dengan Suzuki Motor Gujarat yang memproduksi kendaraan roda empat berdasarkan kontrak, juga akan menghentikan produksinya sementara waktu.

Honda mengumumkan Kamis bahwa mereka akan menghentikan produksi sepeda motor di empat pabriknya mulai Sabtu hingga 15 Mei.

Dua pabrik Toyota Kirloskar Motor di Bidadi, negara bagian Karnataka, yang memangb telah ditutup untuk proses pemeliharaan tahunan, akan tetap ditutup hingga 14 Mei.

3 dari 4 halaman

Infografis 3 Varian Virus Corona Paling Menular Lolos ke Indonesia

Infografis 3 Varian Virus Corona Paling Menular Lolos ke Indonesia. (Liputan6.com/Trieyasni)
Perbesar
Infografis 3 Varian Virus Corona Paling Menular Lolos ke Indonesia. (Liputan6.com/Trieyasni)
4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓