Thailand Setop Penjualan Mobil Bensin dan Diesel pada Tahun 2035

Oleh Arief Aszhari pada 26 Apr 2021, 09:00 WIB
Diperbarui 26 Apr 2021, 09:00 WIB
Pertamina Siapkan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum
Perbesar
Petugas melakukan pengecekan mesin Stasiun SPKLU di SPBU Pertamina Fatmawati, Jakarta, Minggu (13/12/2020). SPKLU ini merupakan upaya Pertamina untuk mendukung pemerintah dalam mendorong tumbuhnya ekosistem kendaraan listrik dalam negeri. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Liputan6.com, Bangkok - Selama setahun terakhir, aktivitas terkait perkembangan kendaraan listrik dari Thailand dan Indonesia tidak pernah berhenti. Kedua negara tersebut, tidak hanya ingin menguasai penjualan mobil ramah lingkungan saja, tapi juga menguasai ekosistemnya.

Ambisi tersebut, mulai dari rencana produksi kendaraan listrik, baterai, dan pengembangan infrastruktur yang dibuat secara teratur. Demikian dilansir Paultan, Minggu (25/4/2021).

Laporan terbaru datang dari Negeri Gajah Putih, yang mengatakan akan menjual kendaraan tanpa emisi di dalam negeri mulai 2035. Langkah tersebut dimaksudkan untuk menjual semua mobil listrik dan menjadi pusat produksi di Asia Tenggara.

Tahun lalu, Thailand mengumumkan kebijakan yang bertujuan menjadikannya basis produksi EV untuk wilayah tersebut dalam waktu lima tahun, dan saat ini pergerakannya sedang dipercepat untuk mencapai titik tertinggi.

"Kami bisa melihat dunia sedang menuju ke arah itu, jadi kami harus bergerak cepat. Kami ingin menangkap pertumbuhan pasca pandemi, dan kami memiliki ambisi untuk menjadi pusat produksi karena kami sudah memiliki rantai pasokan yang ada," jelas Kawin Thangsupanich, Penasihat Komite Kebijakan Nasional Kementerian Energi.

Rencana baru tersebut juga menetapkan target memiliki kendaraan listrik yang menyumbang 50 persen dari semua registrasi mobil baru pada akhir dekade ini. Naik 30 persen yang telah ditetapkan sebelumnya, ketika Thailand mengumumkan untuk membangun 750 ribu unit per tahun pada 2030.

Jumlah kendaraan listrik itu termasuk mobil komersial dan roda dua.

2 dari 4 halaman

Berikan fasilitas

Saat ini, Thailand telah menetapkan waktu target untuk menghentikan secara bertahap mobil bermesin bangkar, dan langkah selanjutnya bagi pemerintah untuk memfasilitasi transisi.

Langkah tersebut, bisa dilakukan dengan menawarkan insentif pajak, membangun infrastruktur yang sesuai, dan mengembangkan regulasi yang mempromosikan manufaktur kendaraan listrik, serta memberikan insentif kepada konsumen untuk membeli mobil listrik.

 

3 dari 4 halaman

Infografis Hilangnya Kapal Selam KRI Nanggala 402

Infografis Hilangnya Kapal Selam KRI Nanggala 402. (Liputan6.com/Trieyasni)
Perbesar
Infografis Hilangnya Kapal Selam KRI Nanggala 402. (Liputan6.com/Trieyasni)
4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓