Waduh, Mobil Baru Warga Desa di Tuban Beramai-ramai Masuk Bengkel

Oleh Fahmi Rizki pada 24 Feb 2021, 16:07 WIB
Diperbarui 24 Feb 2021, 18:12 WIB
Sejumlah warga di Tuban memborong mobil baru usai menerima ganti rugi. (Ahmad Adirin/Liputan6.com)
Perbesar
Sejumlah warga di Tuban memborong mobil baru usai menerima ganti rugi. (Ahmad Adirin/Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta - Beberapa waktu lalu media sosial dihebohkan dengan kegiatan warga Tuban, Jawa Timur, yang melakukan pembelian mobil secara beramai-ramai. Hal tersebut dilakukan setelah warga di Desa Sumurgeneng, Jenu, Tuban, mendadak jadi miliarder setelah pembebasan lahan terkait pendirian kilang minyak milik Pertamina.

Setelah memborong mobil bersama-sama, ada kejadian baru lagi yang membuat desa tersebut kembali menjadi sorotan. Bukan perihal banyaknya mobil yang dibeli, tapi karena mereka tidak memiliki kemampuan untuk mengemudikan mobil.

Akibatnya, mobil yang baru dibelinya dari diler setempat mengalami kecelakaan dan harus masuk bengkel. Hal ini dilansir dari laman Instagram Nyinyir_update_official yang menampilkan wawancaranya dengan salah seorang warga.

Dari 176 unit mobil yang diboyong oleh warga setempat, ada sekitar 15 mobil yang mengalami kerusakan kecil lantaran pengemudinya tidak mahir dalam mengemudikan mobil.

"Karena di sana memang banyak sekali warga yang belum terlalu mahir menyetir, sehingga ada beberapa unit yang begitu kita delivery, beberapa hari atau seminggu itu ada accident," ujar Ari Soerjono, manajer salah satu diler mobil di Surabaya, melansir dari dream.

2 dari 4 halaman

Beruntung Sudah Dilengkapi dengan Asuransi

Mobil miliarder Tuban yang rusak
Perbesar
Mobil miliarder Tuban yang rusak

Beruntung, mobil yang dibeli oleh para miliarder ini sudah dilengkapi dengan asuransi. Sehingga, pemilik tersebut tidak dipusingkan dengan biaya perbaikan akibat kurang pandai mengemudikan mobilnya.

Mengenai kerusakannya, beberapa mobil tersebut mengalami rusak kecil seperti bumper yang copot atau lepas.

"Tetapi alhamdulillah kita memang sudah mempersiapkan itu dengan cara kita melengkapi penjualan kita ke sana dan dilengkapi dengan asuransi. Sehingga begitu ada warga yang mengalami accident, kita bisa bantu proses pengerjaannya," katanya.

3 dari 4 halaman

Infografis Pakai Masker Boleh Gaya, Biar Covid-19 Mati Gaya

Infografis Pakai Masker Boleh Gaya, Biar Covid-19 Mati Gaya
Perbesar
Infografis Pakai Masker Boleh Gaya, Biar Covid-19 Mati Gaya (Liputan6.com/Triyasni)
4 dari 4 halaman

Simak Video Pilihan Berikut Ini

Lanjutkan Membaca ↓