Fakta atau Mitos, Tekanan Ban Motor Harus Dikurangi Saat Hujan?

Oleh Arief Aszhari pada 19 Des 2020, 20:03 WIB
Diperbarui 19 Des 2020, 20:03 WIB
20151124-Awas, Jalur Lambat Rasuna Said Tergenang Air Akibat Hujan Lebat-Jakarta
Perbesar
Pengendara motor melewati genangan air di kawasan Kuningan, Jakarta, Selasa (24/11). Jalur lambat di Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, tampak dihindari pengendara karena terdapat genagan air setinggi 20 cm. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - Memasuki akhir tahun, intensitas hujan di berbagai daerah di Indonesia semakin tinggi. Dengan begitu, jalanan yang harus dilewati pengendara motor juga basah dan licin, sehingga dibutuhkan konsentrasi yang lebih dibandingkan musim kemarau.

Banyak yang mengatakan, saat musim hujan pemilik roda dua juga dilarang memberikan tekanan angin ban terlalu tinggi. Hal ini disebut dapat meningkatkan faktor risiko terjadinya kecelakaan di tengah jalan seperti terpeleset, tergelincir atau ban selip.

Lalu, benarkah hal tersebut?

Melansir laman resmi Wahana Honda, saat membeli kendaraan baru, terdapat buku pabrikan yang harus dibaca. Dalam buku tersebut biasanya tercantum informasi lengkap, mulai dari apa saja yang boleh dan tidak boleh untuk dilakukan, besaran beban maksimal yang boleh dibawa, hingga tertera juga informasi mengenai tekanan ban yang ideal untuk motor.

Biasanya tekanan angin ban motor yang direkomendasikan berkisar antara 29 psi untuk roda depan serta 33 psi untuk roda bagian belakang. Kapasitas angin ban motor ini dianggap cukup ideal untuk berkendara.

Selain akan membuat pengalaman berkendara yang lebih menyenangkan, tekanan angin ban motor yang ideal juga akan menjauhkan dari risiko buruk di jalanan seperti kecelakaan dan juga memperpanjang usia pakai dari ban tersebut.

2 dari 4 halaman

Tekanan Angin

Itu tadi baru tekanan angin ban motor yang ideal untuk keseharian, ya. Sedangkan untuk musim penghujan sendiri tekanan ban motor yang disarankan cukup berbeda. Anda diperbolehkan untuk mengurangi tekanan ban jika memang dibutuhkan. Namun, tetap dengan batas yang telah ditentukan.

Maksimal pengurangan tekanan angin ban motor tersebut hanyalah 2 psi. Artinya, jika di hari biasa Anda berkendara dengan tekanan 29 psi untuk roda depan, maka pada musim penghujan Anda bisa menurunkannya di angka 27 psi. Pun demikian berlaku juga untuk ban belakang boleh diturunkan hingga ke angka 31 psi.

Pengurangan tekanan angin ini bertujuan untuk membuat daya cengkram ban motor jauh lebih kuat pada saat melewati jalanan basah dan licin. Karena seperti yang kita tahu, tekanan angin ban yang terlalu tinggi seringkali menjadi faktor utama terjadinya kecelakaan di tengah medan jalan yang basah. Hal ini biasanya disebabkan oleh kondisi ban selip atau hilangnya kontrol pada komponen ban.

3 dari 4 halaman

Infografis 6 Cara Aman Buang Masker Sekali Pakai

Infografis 6 Cara Aman Buang Masker Sekali Pakai. (Liputan6.com/Abdillah)
Perbesar
Infografis 6 Cara Aman Buang Masker Sekali Pakai. (Liputan6.com/Abdillah)
4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓