Musim Hujan Belum Usai, Pastikan Tekanan Angin Ban Sepeda Motor Selalu Ideal

Oleh Dian Tami Kosasih pada 18 Des 2020, 11:00 WIB
Diperbarui 18 Des 2020, 11:00 WIB
Membuka Pentil Ban agar Kempes
Perbesar
Untuk mengecoh polisi, pengendara sepeda motor biasanya sengaja mengempeskan ban sepeda motor. (Instagram Satlantas Aceh Besar)

Liputan6.com, Jakarta - Saat musim hujan, pengendara motor diharapkan untuk lebih berhati-hati saat berkendara. Hal ini dikarenakan jalanan yang basah dan licin bisa menjadi penyebab terjadinya kecelakaan lalu lintas.

Selain dipengaruhi kelalaian pengendara, kecelakaan lalu lintas juga dapat terjadi karena ketidaktahuan pengendara terhadap hal-hal krusial dan berkaitan dengan konsep safety riding, seperti tekanan angin pada ban motor.

Banyak orang mengatakan, saat musim hujan sebaiknya pengendara motor tidak mengisi tekanan angin terlalu tinggi pada kendaraan, untuk mencegah kecelakaan di jalan.

Benarkah demikian? berikut ulasannya dilansir Wahana Honda, Kamis (17/12/2020).

Dalam buku panduan atau manual book, tertera dengan jelas informasi lengkap mengenai kendaraan yang dimiliki, tak terkecuali panduan mengenaik tekanan angin pada ban kendaraan.

Biasanya, tekanan angin pada ban direkomendasikan pada tekanan 29 psi untuk roda depan serta 33 psi untuk roda bagian belakang.

Sedangkan untuk musim hujan, tekanan ban motor yang disarankan ternyata cukup berbeda. pemilik diperbolehkan untuk mengurangi tekanan ban jika memang dibutuhkan. Namun tetap dengan batas yang telah ditentukan.

2 dari 5 halaman

Maksimal Pengurangan 2 Psi

Maksimal pengurangan tekanan angin ban motor hanya 2 psi. Artinya, jika di hari biasa Anda berkendara dengan tekanan 29 psi untuk roda depan, maka pada musim hujan tekanan bisa diturunkan menjadi 27 psi.

Hal ini juga berlaku juga untuk ban belakang. Pemilik kendaraan boleh menurunkan hingga ke angka 31 psi. Pengurangan tekanan angin ini bertujuan untuk membuat daya cengkram ban motor jauh lebih kuat pada saat melewati jalanan basah dan licin.

Seperti yang kita tahu, tekanan angin ban yang terlalu tinggi seringkali menjadi faktor utama terjadinya kecelakaan di jalan yang basah. Hal ini biasanya disebabkan oleh kondisi ban selip atau hilangnya kontrol.

 

3 dari 5 halaman

Kecepatan Rendah

Pastikan juga untuk tidak berkendara dalam kecepatan tinggi saat melewati jalanan yang basah, licin atau saat sedang turun hujan. Berkendaralah dengan kecepatan standar dan memperhatikan kondisi jalanan sekitar.

Selain itu, jika tak mau repot-repot mengurangi tekanan angin ban motor setiap kali akan berkendara di musim hujan, Anda bisa mengganti ban motor dengan jenis dual purpose. Ban jenis ini dapat digunakan untuk berkendara di medan on road maupun off road.

4 dari 5 halaman

Infografis Jangan Anggap Remeh Cara Pakai Masker

Infografis Jangan Anggap Remeh Cara Pakai Masker
Perbesar
Infografis Jangan Anggap Remeh Cara Pakai Masker (Liputan6.com/Abdillah)
5 dari 5 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓