Pajak 0 Persen Ditolak, Penjualan Mobil Bekas Kembali Bergairah

Oleh Arief Aszhari pada 23 Okt 2020, 16:00 WIB
Diperbarui 23 Okt 2020, 16:00 WIB
Honda CR-V
Perbesar
Ilustrasi mobkas Honda CR-V (oto.com)

Liputan6.com, Jakarta - Wacana pajak 0 persen untuk pembelian mobil baru yang diusulkan oleh Kementerian Perindustrian (Kemenperin) atas permintaan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) ditolak oleh Menteri Keuangan, Sri Mulyani. Hal tersebut, ditegaskan dalam konferensi pers secara virtual terkait Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN), beberapa waktu lalu.

Dijelaskan, Sri Mulyani tidak mempertimbangkan untuk memberikan pajak mobil baru sebesar 0 persen seperti yang disampaikan oleh industri manapun dari Kemenperin.

"Kita akan coba memberikan dukungan-dukungan untuk sektor industri secara keseluruhan, melalui insentif yang kita sudah berikan," ujar Sri Mulyani.

Keputusan penolakan pajak 0 persen ini, ternyata cukup berdampak besar. Memang tidak hanya ke penjualan mobil baru, tapi juga mobil bekas (mobkas).

Pasalnya, saat wacana ini bergulir, banyak calon konsumen yang melakukan penundaan untuk membeli mobkas, karena berharap harga mobil baru nanti bisa lebih murah ataupun harga mobkas juga bisa terjun bebas.

"Pedagang kita sorak sorai bergembira. Kalau itu terjadi (pajak 0 persen mobil baru) itu kan ajaib, belum terjadi aja mereka (konsumen) sudah nunda, dan sudah pusing," jelas Herjanto Kosasih, Marketing Manager WTC Mangga Dua, saat dihubungi Liputan6.com, Jumat (23/10/2020).

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:


Konsumen Mulai Datang

Lanjut Herjanto, saat pengumuman penolakan pajak 0 persen, Senin (19/10/2020), sudah mulai berdatangan untuk melakukan transaksi pembelian mobil bekas.

"Kemarin yang nunda, buru-buru melakukan pembelian. karena, banyak konsumen yang ingin menggunakan kendaraan untuk pulang kampung saat libur panjang atau akhir tahun. Kalau mobil baru kan lama (pengurusan surat-suratnya)," tegasnya.


PSBB

Penjualan mobkas sendiri, memang setelah kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ketat jilid II mengalami penurunan, dan ditambah dengan wacana pajak 0 persen untuk pembelian mobil baru juga membuat pasar semakin tiarap.


Infografis Olahraga Benteng Kedua Cegah Covid-19

Infografis Olahraga Benteng Kedua Cegah Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)
Perbesar
Infografis Olahraga Benteng Kedua Cegah Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya