Wajib Ikut Pelatihan, Biaya Bikin SIM di Norwegia Nyaris Rp 50 Juta

Oleh Dian Tami Kosasih pada 11 Sep 2020, 14:09 WIB
Diperbarui 11 Sep 2020, 14:09 WIB
Ilustrasi mengemudi.
Perbesar
Ilustrasi mengemudi. (iStockphoto)

Liputan6.com, Jakarta - Menjadi negara dengan fasilitas kendaraan umum yang baik, Norwegia mematok biaya pembuatan SIM sangat mahal. Hal ini berkaitan dengan pelatihan yang harus di jalani pemohon.

Seperti dilansir Globuzzer, Jumat (11/9/2020), pemohon SIM yang bukan berasal dari negara Uni Eropa (UE) atau European Economic Area (EEA) juga akan mendapatkan kesulitan lebih saat hendak membuat SIM.

Bagi warga asing di luar Eropa, pemohon harus menunggu hingga satu tahun setelah pindah untuk mendapatkan SIM. Selain itu syarat lain yang harus dipenuhi ialah usia minimal 18 tahun.

Tak hanya itu, pemohon juga diwajibkan melakukan kursus mengemudi untuk mendapatkan SIM di Norwegia. Hal ini juga berlaku bagi masyarakat negara tersebut.

Karena itu, harga yang harus dibayarkan sangatlah mahal, yakni 30.000 Norwegian Krone atau setara Rp 49,5 juta.

2 dari 3 halaman

Pelatihan Berkendara di Malam Hari

Selain pelatihan berkendara dan peraturan lalu lintas yang harus dipahami, pemohon juga akan mendapatkan pengetahuan P3K serta teori lengkap selama 20 jam.

Tak hanya di siang hari, pelatihan yang diberikan juga termasuk tata cara berkendaran di malam hari dan melintasi jalan perdesaan.

Setelah mendapatkan SIM, pengendara akan dipantau selama dua tahun. Apabila diketahui melanggar lalu lintas, poin pelanggaran akan diberikan. Semakin banyak poin, SIM yang diberikan bisa saja ditarik kembali.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓