Jangan Pernah Biarkan Air Radiator Kosong, Ini Efek Buruknya

Oleh Dian Tami Kosasih pada 25 Agu 2020, 10:04 WIB
Diperbarui 25 Agu 2020, 10:04 WIB
Jangan Isi Radiator Mobil Bekas dengan Coolant
Perbesar
Bukankah coolant memiliki kelebihan ketimbang air biasa?

Liputan6.com, Jakarta - Menjadi komponen penting pada kendaraan bermotor, radiator mobil juga memerlukan perhatian khusus. Salah satu hal yang harus selalu dicek ialah air pada radiator tidak habis.

Terdapat beberapa efek buruk yang ditimbulkan apabila air radiator dibiarkan habis. Seperti dilansir Suzuki Indonesia, radiator yang kekurangan air bisa membuat mesin overheat.

Kondisi overheat ini biasanya dirasakan saat mobil terjebak macet di jalan. Saat kendaraan berhenti, radiator mobil akan melakukan pendinginan agar tetap normal.

Namun jika airnya kurang, maka mesin bisa secara tiba-tiba mengalami overheat atau kenaikan suhu mesin mobil di atas rata-rata. Hal ini tentu sangat berbahaya.

Karena itu, pengendara sebaiknya selalu memeriksa air pada radiator saat hendak menempuh perjalan jauh atau secara berkala sebelum berkendara.

2 dari 4 halaman

Muncul Suara

Selain itu, akibat yang mungkin timbul saat kekurangan air aradiator ialah munculnya suara pada mesin mobil secara tiba-tiba. Apabila ini terjadi pemilik sebaiknya segera memeriksakan kendaraan ke bengkel untuk mendapatkan perawatan yang tepat.

Karena itu pastikan penggantian air secara periodik dilakukan. Kegiatan ini penting agar volume air di dalamnya tetap dalam keadaan maksimal, sehingga berkendara secara aman dan nyaman tetap terjaga.

3 dari 4 halaman

Radiator Mobil Bisa Dirawat Sendiri, Begini Caranya

Memiliki fungsi menjaga temperatur mesin tetap stabil, radiator harus selalu dirawat secara teratur. Sering terlupakan, merawat komponen ini ternyata tidaklah sulit.

Walau terparkir cukup lama saat PSBB, radiator sebaiknya diperhatikan agar air panas dari mesin yang datang ke upper tank dan pipa-pipa radiator sebelum disalurkan melalui lower tank bisa didinginkan dengan maksimal.

 

Seperti dilansir Hyundai Indonesia, salah satu bentuk perawatan yang harus dilakukan ialah menguras cairan radiator secara rutin sesuai dengan anjuran di buku servis kendaraan atau minimal setiap 40 ribu kilometer.

Selain itu, memasukkan cairan radiator tentu tak boleh sembarangan. Gunakan cairan khusus untuk radiator (radiator coolant) yang dapat mencegah terjadinya karat pada saluran air radiator.

Tak hanya itu, saat menambahkan air radiator yang kurang sebaiknya menggunakan radiator coolant, jangan menggunakan air biasa atau mineral.   

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓