Tips Supaya Pengemudi dan Penumpang Tetap Aman Saat Berboncengan

Oleh Arief Aszhari pada 20 Agu 2020, 06:04 WIB
Diperbarui 20 Agu 2020, 06:04 WIB
Suasana Hari Pertama Penerapan PSBB di Bundaran HI
Perbesar
Polisi mengimbau pengguna jalan yang menggunakan kendaraan pribadi mobil dan motor yang berboncengan di Bundaran HI, Jakarta, Jumat (10/4/2020). Penerapan hari pertama PSBB hingga 14 hari kedepan ini dilakukan untuk mencegah penyebaran COVID-19 dan selalu menggunakan masker.(merdeka.com/Imam Buhori)

Liputan6.com, Jakarta - Mengendarai motor masih jadi pilihan bagi sebagian besar masyarakat di Indonesia. Alat transportasi ini dinilai cukup praktis, bagi pengendara atau penumpang untuk pindah dari satu tempat ke tempat lainnya.

Perlu diingat, motor ini memiliki kapasitas maksimal dua orang, yaitu pengemudi dan penumpang dan jangan lebih. Selain itu, ketika berboncengan pastikan keduanya sudah menjalankan aspek keselamatan dan kenyamanan.

Seperti disitat laman resmi Wahana Honda, ketika hendak berboncengan ada yang harus dipersiapkan baik dari sisi pengemudi maupun penumpang.

Paling mendasar, adalah mengenakan perlengkapan berkendara yang layak seperti helm berstandar SNI dan bila perlu mengenakan jaket untuk menjaga tubuh tetap hangat saat dalam perjalanan.

Sebagai pengendara, wajib mengecek tekanan angin pada ban. Jangan sampai tekanannya di bawah standar, karena Anda akan membawa beban yang lebih berat dan akan sangat berpengaruh pada pengendalian kendaraan.

Tambah angin seperlunya agar ban jadi lebih keras, dan jangan lupa untuk pastikan fungsi rem tetap baik dan pakem karena beban penumpang bisa berpengaruh pada jarak pengereman yang bertambah jauh.

Penumpang juga harus mengerti tata cara saat berboncengan. Berikan sedikit informasi mengenai cara duduk yang nyaman dan aman seperti jangan miring sebelah saja, atau menggunakan pijakan kaki yang sudah ada dan tidak memijak pada knalpot.


Penumpang perempuan

Khususnya perempuan, duduk menyamping (lateral sitting) membawa potensi bahaya bagi laju kendaraan yang menjadi tidak seimbang saat manuver berbelok maupun menikung.

Sebisa mungkin duduklah dengan menghadap ke muka (forward sitting).

Ketika Anda berlaku sebagai penumpang, sebaiknya posisi badan Anda juga jangan terlalu kaku.

Ikuti saja gerakan tubuh dari pengendara yang sedikit miring saat menikung misalnya. Dengan posisi badan yang luwes, pengendara akan lebih lincah dalam mengendalikan sepeda motornya.

 


Hindari Berkendara Ugal-ugalan

Saat membonceng orang, kita harus ingat bahwasanya kita harus menjaga kenyamanan dan keselamatan dari orang lain tidak hanya diri kita sendiri. Hindari berkendara ugal-ugalan dan lebih halus dalam pindah gigi atau ngegas.

Mengerem juga harus diperhatikan baik-baik karena jarak pengereman Anda akan bertambah sehingga harus memperhitungkan timing yang tepat.

Penumpang pun nantinya akan jadi lebih nyaman saat akselerasi tanpa hentakan ke belakang, dan tidak penuh rasa khawatir setiap saat dalam perjalanan.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya