Ini Alasan Jalanan Menikung Dibuat Miring

Oleh Arief Aszhari pada 09 Jul 2020, 20:36 WIB
Diperbarui 09 Jul 2020, 20:36 WIB
Jalan Miring
Perbesar
Jalanan miring mengurangi gaya sentrifugal (Foto: Pistonous).

Liputan6.com, Jakarta - Banyak orang, khususnya pengendara kendaraan bermotor tidak mengetahui jika kontur jalan raya tidak dibuat sama. Untuk jalanan yang lurus maka bidangnya datar. Tapi, ketika jalanan menikung, akan dibuat miring beberapa derajat.

Namun, hal tersebut ternyata ada alasannya tersendiri. Melansir teknosains.id, hal tersebut semuanya berkaitan dengan ilmu fisika.

Ketika kita melewati jalanan yang miring, badan akan terasa terlempar atau bergerak ke arah yang berlawanan dengan arah belokan. Dalam fisika, ini dikenal dengan gaya sentrifugal, dan ini juga jadi alasan kenapa jalan belok dibuat miring.

Gaya sentrifugal sendiri, adalah secara jelas mendorong atau menarik objek dari pusat rotasi. Atau secara sederhana, pada kasus jalanan miring, gaya sentrifugal adalah gaya yang mendorong ke arah luar lingkaran.

Pada saat menikung sebetulnya kita sedang membuat gerak melingkar, meski tidak utuh. Pada kondisi jalanan rata, hal ini dapat membuat pengendara seakan terdorong ke luar tikungan, atau ada gaya yang malah memaksa kendaraan untuk lurus (menjauhi pusat rotasi).

2 dari 4 halaman

Fungsi jalanan miring

Di sinilah fungsi jalanan yang miring. Kemiringan dibutuhkan untuk menahan, atau minimal mengurangi gaya sentrifugal yang memaksa kendaraan keluar lintasan.

Secara empiris ini jelas terasa. Beban yang ditanggung di tangan ketika pegang stir atau stang akan jauh lebih ringan.

 

3 dari 4 halaman

Ada Hitung-hitungannya

Untuk menentukan kemiringan ada hitung-hitungannya sendiri. Namun yang jelas, ia ditentukan berdasarkan kecepatan kendaraan.

Semakin cepat rata-rata kendaraan yang melewatinya, maka sudut kemiringan akan semakin besar. Membuat jalan bukan perkara menempelkan aspal saja.

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓