5 Fakta Seputar M Nuh, Pemenang Lelang Motor Listrik Jokowi

Oleh Dian Tami Kosasih pada 22 Mei 2020, 14:00 WIB
Diperbarui 22 Mei 2020, 14:00 WIB
motor listrik Gesits berhasil terjual Rp2.55 miliar dalam konser amal virtual 'Berbagi Kasih Bersama Bimbo'.

Liputan6.com, Jakarta - Bersama Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BPNB), MPR RI secara resmi menggelar konser amal, Minggu 17 Mei lalu.

Sederet musisi ternama seperti Rossa, Via Vallen, Lyodra, dan Bimbo ikut memeriahkan acara yang disiarkan langsung di televisi. Salah satu barang yang dilelang dalam acara tersebut ialah motor listrik bertanda tangan Presiden Joko Widodo.

Setelah beberapa kali mendapat penawaran, motor tersebut resmi terjual dengan harga Rp2,55 miliar. Pemenang lelang disinyalir seorang pengusaha asal Jambi bernama M Nuh.

Namun, fakta yang ditemui di lapangan sangat berbeda. Pria bernama M Nuh justru mengira dirinya mendapatkan hadiah. Berikut faktanya, seperti dikutip dari Merdeka.com:

1. Bukan Pengusaha

Pada saat acara konser lelang tersebut, sosok M Nuh dikabarkan sebagai pengusaha asal Jambi.

Namun ternyata hal ini tidak benar. M Nuh merupakan warga Jambi bukan pengusaha melainkan buruh bangunan.

2 dari 6 halaman

2. Warga Jambi

Identitas M Nuh memang benar sebagai warga Jambi. Ia tinggal di Kampung Manggis, Kecamatan Pasa, Kota Jambi.

Camat Pasar, Kota Jambi, Mursidah saat dihubungi mengatakan pihaknya tengah mendalami siapa sosok M Nuh yang memenangkan sepeda motor listrik yang ditandatangani Presiden Jokowi itu.

Ketua RT 20 Ibrahim mengakui bahwa warganya ada yang bernama M Nuh, tetapi bukan sebagai pengusaha.

"Ada warga saya, latar belakangnya tidak mungkin. Karena dia buruh bangunan, memang ada warga saya," ujarnya.

 

3 dari 6 halaman

3. Tidak Ditahan

Beredar kabar bahwa M Nuh ditahan pihak kepolisian dikarenakan menipu terkait acara lelang. Hal ini ternyata tidak benar M Nuh memang dimintai keterangan di Mapolsek Pasar, Kota Jambi.

Hal ini diungkapkan oleh Kapolda Jambi Irjen Firman Shantyabudi. "Pemenang lelang motor listrik dengan harga Rp2,5 miliar sudah kami periksa," kata Irjen Firman.

4 dari 6 halaman

4. Minta Perlindungan Polisi

Kapolda Jambi Irjen Firman Shantybudi mengatakan M Nuh bukan ditahan melainkan mencari perlindungan kepada pihak polisi. Dirinya tidak dapat membayar harga lelang Motor listrik milik Presiden Jokowi.

"Karena ketakutan ditagih, dia justru minta perlindungan kepada polisi dan melapor ke Polsek Pasar, Kota Jambi," kata Irjen Firman Shantyabudi.

5 dari 6 halaman

5. Tidak Paham Acara Lelang

Diungkapkan oleh Kapolda Jambi setelah dilakukan wawancara, yang bersangkutan tidak memahami acara pelelangan.

M Nuh mengatakan bahwa dirinya tidak memahami bahwa acara tersebut merupakan lelang. Ia mengira dirinya mendapatkan hadiah.

"Ya memang yang bersangkutan tidak paham acara yang diikuti adalah lelang, dan yang bersangkutan mengira bakal dapat hadiah bukannya penyumbang," kata Kapolda Jambi.

6 dari 6 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓