Kiat-Kiat Menjaga Kesehatan Mobil yang Lama Terparkir di Garasi

Oleh Septian Pamungkas pada 19 Mei 2020, 17:04 WIB
Diperbarui 19 Mei 2020, 17:04 WIB
Ilustrasi Mesin Mobil (Ist)

Liputan6.com, Jakarta - Selama penerapan status pembatasan sosial berskala besar (PSBB) banyak mobil pribadi yang lama terparkir di garasi. Meski parkir di ruang tertutup, nyatanya tidak menjamin mobil akan baik-baik saja. Anda tetap harus melakukan pengecekan secara berkala.

"Karena ketika mobil jarang dipakai bukan berarti akan aman-aman saja. Mulai dari mesin hingga komponen kendaraan lainnya pasti akan terganggu kesehatannya," terang Ranggi Troissyna Mayoowari, Product Manager Otomotif PT Kawan Lama Sejahtera dalam keterangan resminya.

Setidaknya ada beberapa bagian atau komponen mobil yang harus rutin diperiksa. Berikut tips yang diberikan Ranggi:

1. Memanaskan mobil

Rutin memanaskan mobil setiap hari agar sistem pelumasan pada mesin dapat berjalan dengan baik dan memastikan semua indikator di instrument cluster mobil tidak menunjukkan kendala apapun (error message).

2. Pengisian daya aki

Jika mesin hidup setelah beberapa kali starter, maka biarkan mesin menyala kurang lebih 30 menit, setelah itu coba starter kembali. Namun, jika mesin mobil kembali bermasalah dan perlu beberapa kali starter, maka coba injak gas sampai dengan RPM kurang lebih di atas 1500.

Hal ini memastikan jika kita injak gas di atas 1500 RPM maka alternator kendaraan mengisi daya aki dengan tegangan di atas 13 volt, sehingga aki mobil dapat terisi dengan baik.

Tunggu kurang lebih 10 menit maka setelah itu kita coba start kembali, jika mobil gampang untuk hit-up artinya mobil kita hanya perlu perawatan untuk pengisian daya aki.

2 dari 4 halaman

3. Cek kondisi oli

Cek juga kondisi oli mesin dengan menggunakan dipstick oli. Lihat hasilnya setelah pengecekan, apabila warnanya kekuningan, maka kondisi mesin masuk dalam kategori normal.

Namun, apabila warnanya hitam pekat, sudah saatnya mengganti oli. Selain itu cek juga kondisi level oli, apabila berada di antara level minimum dan maksimum pada dipstick artinyamasih di batas aman. Atau bisa dipastikan dengan melihat buku service atau Tag Service.

4. Cek air radiator

Setelah itu cek air radiator, pastikan berada di level garis normal pada radiator coolant tank. Jika kurang, Anda bisa tambahkan air radiator.

Disarankan memakai cairan radiator coolant. Setiap mobil dipanaskan, cek kembali level air radiator. Jika trennya menurun, bisa dipastikan mobil terkendala pada sistem pendinginan.

3 dari 4 halaman

5. Level minyak rem

Berikutnya cek juga level minyak rem, jika berkurang dan warnanya tidak terlihat bening atau warna sudah terlihat sangat gelap, sebaiknya ganti minyak rem dan perlu melakukan bleeding brake oil.

Pastikan menggunakan minyak rem sesuai spek pabrikan mobil Anda yang direkomendasikan.

6. Cek air wiper

Jika air wiper kurang, tambahkan airnya sampai level maksimum. Sekaligus lakukan testing semprotan wiper di mobil Anda. Ini dilakukan saat mesin mobil menyala, atau kunci kontak dalam posisi On.

7. Cek kondisi lampu

Mengecek kondisi lampu-lampu kendaraan, mulai dari lampu sen, lampu rem, lampu jauh, lampu pendek pada kedua lampu di depan maupun di belakang.

4 dari 4 halaman

8. Cek kondisi mesin lebih detail

Cek kondisi mesin menyeluruh secara berkala. Untuk membaca kondisi kendaraan secara detail bisa menggunakan Diagnostic Scan Tools. Alat ini berfungsi mendeteksi dan mendiagnosa kerusakan pada mesin dan komponen dalam sistem EFI mobil, apabila terjadi malfungsi.

Gunakan scanneryang mudah dioperasikan, seperti Diagnostic Scan Tool dari GUT SCANPAD (Universal automobile scanner), karena pengoperasiannya menggunakan sistem android.

Scanner berukuran 7.0 inci ini dapat mendiagnosa lebih dari 100 merk mobil. Dengan kapasitas memory 512 MB RAM/ 2GB ROM, scanner ini sangat cepat mendeteksi error pada satu atau lebih komponen dalam sistem EFI. Apabila terjadi malfungsi pada komponen tersebut, bisa langsung menghubungi bengkel terdekat.

Lanjutkan Membaca ↓