Pasar Otomotif Lesu, Honda Masih Tahan Harga Mobil

Oleh Dian Tami Kosasih pada 16 Mei 2020, 10:00 WIB
Diperbarui 16 Mei 2020, 10:00 WIB
All New Honda Brio
Perbesar
All New Honda Brio hadir dengan sosok baru tanpa adanya perubahan mesin. (Arief A/Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta - Pandemi yang terjadi membuat pabrikan otomotif harus menaikkan harga jual kendaraan di Indonesia. Namun, hal berbeda ditunjukkan PT Honda Prospect Motor (HPM).

"Sejauh ini kami belum berencana menaikkan harga. Karena di tengah pandemi ini kami fokus ke pelayanan," kata Business Innovation & Sales Marketing Director PT Honda Prospect Motor, Yusak Billy di Jakarta.

Menjadi salah satu strategi penjualan, Honda mengaku pihaknya hanya menaikkan harga jual mobil di awal tahun untuk penyesuaian Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN-KB).

"Untuk harga di Mei kami belum bahas lebih jauh. Tapi kenaikan harga baru terjadi di awal tahun saja," tutur Yusak.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


DP 40 Persen

Selain itu, pembelian kendaraan dengan sistem kredit saat ini membutuh down payment (DP) hingga 40 persen. Hal ini menjadi salah satu penyebab menurunnya penjualan kendaraan Honda sepanjang bulan April.

"Sekarang leasing untuk DP sangat protektif. Sekarang harus 40 persen. Nah ini jadi salah satu faktor penjualan kami turun di bulan April," ujarnya.

 


50 Persen Membeli dengan Sistem Kredit

Untuk persentase penjualan cash dan kredit di tengah Pandemi, HPM mengaku 50 persen konsumennya masih memilih menggunakan sistem kredit.

"Kalau Brio itu pembelinya 60 persen pasti kredit. Itu karena memang pasarnya kan pembeli pertama. Jadi memang sangat berpengaruh sekali," tandas Yusak.


Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya