Selama PSBB, Jangan Lupa Panaskan Mobil Agar Aki Tidak Soak

Oleh Arief Aszhari pada 27 Apr 2020, 11:00 WIB
Diperbarui 27 Apr 2020, 11:00 WIB
Peugeot Kasih Diskon Jasa dan Suku Cadang 25 Persen Untuk Korban Banjir (Peugeot)
Perbesar
Ilustrasi perawatan mobil Peugeot

Liputan6.com, Jakarta - Imbauan pembatasan sosial berskala besar (PSSB) untuk memutus mata rantai penyebaran virus Corona atau Covid-19 masih akan berlangsung beberapa waktu. Dengan begitu, banyak kendaraan, baik roda empat ataupun roda dua yang tidak akan digunakan oleh pemiliknya, dan hanya akan terparkir di garasi.

Namun, bagi pemilik mobil, terutama merek Peugeot yang tidak digunakan untuk jangka waktu tertentu selama masa PSBB, tidak usah takut kendaraan bermasalah lantaran terlalu lama parkir atau diam. Pemilik dapat melalukan perawatan mandiri selama di rumah, dan caranya sangat mudah untuk dilakukan sendiri.

Sebagai langkah awal dalam perawatan mobil yang berhenti lama, tetap harus sering dipanaskan (menyalakan mesin). Lakukan setiap satu atau dua hari sekali. Tujuannya agar performa aki mobil tetap stabil.

Seperti diketahui, mobil-mobil modern banyak menggunakan komponen elektrikal dengan banyak sekali fitur-fitur digital yang akan sangat bergantung pada arus listrik aki sebagai sumber utama.

"Dengan memanaskan mesin tiap saat, pemilik dapat memantau kondisi kendaraan baik fungsi engine dan fitur-fitur andalannya. Semua bisa dipantau cukup mudah dengan melihat kondisi indikator di panel spidometer, tanpa harus membuka kap mesin. Adapun indikator yang bisa dipantau diantaranya temperature mesin, tekanan oli, kualitas Aki, sistem ABS dan lainnya," imbuh Rafi’i Sinurat, Kepala Bengkel Astra Peugeot cabang Cilandak, Jakarta Selatan.

Sementara itu, beberapa indikator performa mobil masih baik, bisa dilihat saat temperatur kerja mesin mencapai 80-90 derajat, maka cooling fanakan aktif atau berputar. Kemudian, kipas pendingin radiator itu juga akan off secara otomatis jika suhu mesin sudah mencapai kondisi ideal kembali. Saat itulah proses pemanasan mesin sudah bisa diselesaikan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Arahkan Knalpot Keluar

Perlu diingat, saat memanaskan mesin kendaraan sebaiknya posisi knalpot atau bagian belakang mobil mengarah ke luar pagar atau garasi rumah dengan kondisi terbuka langsung menuju udara bebas. Langkah ini dilakukan untuk menghindari asap knalpot terkumpul di udara sekitar rumah tanpa terjadi sirkulasi yang baik.

Selanjutnya mengecek langsung kondisi mesin melalui ruang mesin. Misalkan, saat mengecek volume dan kondisi oli, dapat dilakukan dengan melihat deepstick atau batang pengukur oli. Selain itu, mengecek volume air radiator, air wiper,juga minyak rem agar mobil tetap berada pada kondisi yang prima.

Terakhir, karena mobil banyak berhenti, sebaiknya periksa batas servis berkala, Untuk idealnya, perwatan tetap ini dilakukan per 10 ribu km atau satu tahun, dan jika melewati batasan servis, khusus di mobil Peugeot akan terdengar bunyi dan muncul lampu indikator tanda kunci terlihat menyala. Itu artinya, si empunya mobil harus segera melakukan servis perawatan berkala bagi kendaraannya.

 

 

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓