4 Pertolongan Pertama Saat Shockbreaker Depan Keras

Oleh Dian Tami Kosasih pada 14 Apr 2020, 18:32 WIB
Diperbarui 14 Apr 2020, 18:32 WIB
Shockbreaker depan Yamaha Mio
Perbesar
Foto: Liputan6.com

Liputan6.com, Jakarta - Menjadi komponen yang berkaitan erat dengan faktor kenyamanan berkendara, shockbreaker tentu harus selalu dirawat. Apabila shockbreaker bagian depan terasa keras, pemilik kendaraan harus melakukan penyetelan.

Tak boleh asal, terdapat empat langkah yang harus dilakukan. Berikut panduan mengatur shockbreaker depan seperti dilansir Federal Oil, Selasa (14/4/2020).

Langkah Pertama

Penambahan oli untuk shockbreaker depan memiliki batas yang harus diperhatikan. Maksimal pengisian hanya 5 cc. Mengisi oli tak boleh berlebih karena ruang kosong di tabung akan menyempit.

Apabila tak memperhatikan hal ini, saat ada tekanan, cairan yang mestinya pindah ke ruang lain tak bisa terjadi, sehingga shockbreaker justru terasa sangat keras, seperti tak berfungsi.

Selain itu, pabrikan juga melarang mengganti oli SAE-10 dengan pelumas lain, karena kadar kekentalannya berbeda. Jika terlalu kental oli akan sulit melewati lubang suling membuat shockbreaker limbung.

Langkah Kedua

Berikutnya, kecilkan lubang suling penahan derasnya aliran oli. Pekerjaan ini butuh ketelitian dan bantuan tukang las, sebab jika lubang terlalu kecil, oli tidak bisa mengalir.


Langkah Ketiga

Selanjutnya mengganti per. Panjang komponen ini harus disesuaikan dengan sebelumnya, agar tak menekuk saat dipasang.

Langkah Keempat

Terakhir, ganjal ring. Meski tak terlalu disarankan, namun beberapa mekanik memperbolehkan dengan beberapa syarat, yakni menggunakan ring (washer) orisinal yang tak mudah terkikis.


Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya