Toyota Pastikan Harga Mobilnya Tak Berubah Selama Dua Bulan ke Depan

Oleh Dian Tami Kosasih pada 09 Apr 2020, 10:01 WIB
Diperbarui 09 Apr 2020, 10:01 WIB
Toyota Avanza
Perbesar
Mobil sejuta umat masih melekat pada Toyota Avanza

Liputan6.com, Jakarta - Menjadi salah satu penyebab kenaikan harga kendaraan, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat menyentuh angka Rp16 ribuan hingga saat ini.

Meski mengalami kenaikan cukup signifikan di tengah Pandemi Corona Covid-19, PT Toyota Astra Motor (TAM) menegaskan pihaknya belum memiliki keinginan untuk menaikkan harga jual kendaraannya.

"Harusnya satu sampai dua bulan enggak ada kenaikan harga. Karena kondisi sekarang orang masih survival dan berfokus pada kebutuhan basic terlebih dahulu," kata Interactive Communication Department Head PT Toyota Astra Motor, Dimas Aska di Jakarta.

Sepanjang tahun ini, pabrikan otomotif asal Jepang tersebut mengaku baru menaikkan harga kendaraan satu kali untuk menyesuaikan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN-KB).

"Tidak bisa tiba-tiba langsung berubah dengan kenaikan harga. Kita di April enggak ada kenaikan harga karena dolar. Sebenarnya ada penyesuaian untuk Fortuner itu pun karena BBN. Penyesuaian harga itu baru sekali doang, sampe sekarang belum ada yang naik," ujar Dimas.

**Ayo berdonasi untuk perlengkapan medis tenaga kesehatan melawan Virus Corona COVID-19 dengan klik tautan ini.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Selalu Memperhatikan Harga Jual

Walau begitu, Dimas mengaku pihaknya selalu memperhatikan harga jual kendaraannya setiap bulan. Namun, di tengah pandemi yang terjadi saat ini, Ia tak bisa memastikan apakah hal tersebut masih bisa dilakukan.

"Pada dasarnya penyesuaian harga dilakukan tiap bulan tanpa harus ada kenaikan. Jadi memang studinya dilakukan tersu. Tapi dengan kondisi sekarang belum bisa kita tentukan apakah di satu poin tertentu mnasih sama atau tidak," tuturnya.

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya