Ini Trik Daihatsu Supaya Karyawan Pabrik Tidak Mudik

Oleh Dian Tami Kosasih pada 06 Apr 2020, 19:24 WIB
Diperbarui 06 Apr 2020, 19:24 WIB
Bengkel Mobil Daihatsu
Perbesar
Seroang mekanik sedang melakukan service di bengkel mobil Daihatsu. (Dok Daihatsu)

Liputan6.com, Jakarta - Otomotif menjadi salah satu sektor industri yang terdampak pandemi Corona Covid-19. Beberapa pabrikan motor dan mobil di Tanah Air bahkan telah menghentikan produksi dengan jangka waktu tertentu.

PT Astra Daihatsu Motor (ADM) menjadi salah pabrikan yang masih melakukan produksi mobil. Meski demikian, pabrikan asal Jepang itu menegaskan sistem yang dilakukan pihaknya saat ini sama dengan yang dilakukan beberapa pabrikan otomotif lainnya.

"Saya tegaskan lagi, mereka yang setop produksi sementara itu kan per 2 minggu nanti. Dua minggu ini mereka kerja, 2 minggu nanti mereka setop. Sedangkan Daihatsu memilih 2 hari sekali. Sebenarnya ini kalau secara total sama, masa kerjanya dua minggu," kata Direktur Pemasaran di PT ADM, Amelia Tjandra di Jakarta.

Saat disinggung alasan ADM menggunakan sistem dua hari kerja, Amel menegaskan pihaknya mengantisipasi karyawan untuk tidak melakukan mudik, sesuai dengan imbauan pemerintah.

"Kenapa Daihatsu pilih dua hari sekali karena kami ikuti anjuran pemerintah. Kalau dikasih libur dua minggu orang itu pasti pulang kampung. Sementara pemerintah mengusulkan jangan pulang kampung. Nah kalau kita atur setiap hari mereka di sini mau enggak mau. Itu masalah management saja," ujarnya.

**Ayo berdonasi untuk perlengkapan medis tenaga kesehatan melawan Virus Corona COVID-19 dengan klik tautan ini.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Hanya Ada Satu Shift

Setelah menerapkan split team dan koordinasi menggunakan digital meeting, ADM juga menerapkan physical distancing pada sistem produksi.

Hanya terdapat satu shift dan waktu produksi lebih singkat dari biasanya, perusahaan asal Jepang tersebut berharap karyawan pabrik bisa tetap tinggal di rumah secara bergantian.

Meski bekerja per 2 hari, Daihatsu tak memangkas upah karyawan. Tak hanya itu, beberapa kegiatan pencegahan untuk melindungi karyawan dari penyebaran virus Corona Covid-19 telah dilakukan.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya