Selama Lockdown Corona Covid-19, Warga Malaysia Hanya Boleh Berdua Naik Mobil

Oleh Liputan6.com pada 31 Mar 2020, 20:06 WIB
Diperbarui 31 Mar 2020, 20:06 WIB
Berkendara atau menyetir mobil ilustrasi (iStockphoto)

Liputan6.com, Jakarta - Masyarakat dunia harus ekstra berhati-hati saat ini karena berhadapan dengan Corona Covid-19. Beragam aktivitas mulai dibatasi, salah satunya mengemudikan mobil.

Di negara tetangga kita, Malaysia, mulai menerapkan aturan yang ketat tentang jumlah orang yang ada di satu mobil mulai bulan depan.

Dikutip dari World of Buzz, Selasa 31 Maret 2020, Menteri Pertahanan, Ismail Sabri, mengatakan program lockdown periode 2 yang mulai berlaku pada 1 April 2020 ini masih mengizinkan orang untuk berpindah. Tapi, ada pembatasan jumlah pengemudi mobil pribadi.

“ Saya menekankan pada fase dua, pergerakan masih diizinkan. Tapi, sesuai yang disebutkan, saat menggunakan mobil pribadi, kamu hanya boleh mengemudi ke toko kelontong dan satu orang di satu mobil,” kata Ismail.

Sebelum masa karantina diperpanjang, Konsil Keamanan Nasional memerintahkan hanya kepala keluarga yang diperbolehkan untuk belanja di toko kelontong. Pada 21 Maret 2020, Menteri Tenaga Kerja, Fadillah Yusof, mengatakan polisi akan mengizinkan kendaraan berpergian untuk alasan yang jelas.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, Malaysia mengantongi kasus 2.626 pasien dan kematian 37 orang.

Sumber: Dream.co.id

**Ayo berdonasi untuk perlengkapan medis tenaga kesehatan melawan Virus Corona COVID-19 dengan klik tautan ini.

2 dari 4 halaman

Catat, Ini Durasi Corona Covid-19 Bertahan di 7 Permukaan Benda

Masyarakat Indonesia harus ekstra berhati-hati saat ini karena berhadapan dengan Corona Covid-19 yang merajalela. Beragam cara dapat dilakukan untuk mengurangi risiko penularan.

Mulai dari physical distancing atau menjaga jarak, sering mencuci tangan dengan sabun, minimalkan menyentuh wajah, hingga meningkatkan imunitas tubuh dengan mengonsumsi makanan-makanan bergizi.

Tak hanya itu, cara lain seperti disinfektan terhadap berbagai benda mati juga bisa dilakukan demi mengurangi risiko terpapar virus Corona SARS-Cov-2.

Seperti diberitakan kanal Bola Liputan6.com, barang-barang yang bisa dibersihkan antara lain telepon genggam, gagang pintu, sakelar lampu, laptop dll. Baru-baru ini, dalam sebuah penelitian mengemukakan bahwa virus Corona COVID-19 bisa menginfeksi permukaan benda yang dipegang oleh orang terinfeksi.

Itu artinya, virus cororna berupa COVID-19 yang terdapat dalam tubuh manusia bisa bertahan hidup pada benda atau permukaan. Pertanyaannya, berapa lama virus Corona SARS-CoV-2 bertahan pada benda mati?

Berikut ini redaksi Bola.com mencoba mengulasnya dari berbagai sumber, seberapa lama virus Corona SARS-CoV-2 bertahan di permukaan benda.

3 dari 4 halaman

Waktu Virus Corona COVID-19 Bertahan di Permukaan

1. Kaca

Virus corona SARS-CoV-2 ternyata juga bisa bertahan pada permukaan licin seperti kaca. Virus tersebut bisa hidup lama di kaca selama kurang lebih lima hari.

Maka dari itu perlu sering-sering membersihkan benda-benda yang terbuat dari kaca.

2. Plastik dan Baja

Virus corona COVID-19 diketahui bisa hidup lama di plastik dan baja, termasuk besi. Virus tersebut dapat bertahan hingga sekitar 72 jam setara dengan 2 atau 3 hari. Tetapi jumlah virus yang layak atau mampu menularkan, menurun tajam selama waktu ini.

3. Tembaga

Melansir dari New York Times dan USAToday, virus corona SARS-CoV-2 yang menempel pada tembaga akan bertahan selama kurang lebih empat jam.

4 dari 4 halaman

4. Udara

Peneliti menyebutkan bahwa virus corona dapat ditangguhkan selama sekitar setengah jam di udara sebelum menetap di permukaan sebuah benda. Meski begitu, virus corona bertahan di udara masih dalam tahap penelitian lebih lanjut.

Sementara itu Dr. Vincent Munster, ahli virologi National Institute of Allergy and Infectious Diseases, menyebutkan bahwa virus bisa bertahan sekitar 10 hingga 30 menit di udara. Namun, ada pula yang menyebutkan virus tersebut bisa bertahan di udara sampai tiga jam.

5. Kertas

Melansir dari The New York Times, virus corona mampu bertahan hidup dan menempel selama 24 jam di kardus. Jika dibanding dengan lainnya, kardus memiliki risiko tertempel virus corona lebih rendah.

Kendati demikian, bagi kalian yang menggunakan kardus, sebaiknya tetap bisa waspada dan berhati-hati.

6. Kayu

Kalian mungkin takut untuk membuka pintu lantaran berpikir akan adanya virus yang menempel di permukaannya. Meski masih dalam penelitian lebih lanjut berapa lama virus Corona dapat bertahan di kayu, namun karena permukaannya yang keras masih ada kemungkinan sama dengan benda keras lain.

7. Sarung Tangan

Bagi Anda yang memakai sarung tangan, sebisa mungkin untuk selalu mencucinya setelah memakai karena virus juga bisa bertahan cukup lama pada sarung tangan.

Virus Corona SARS-CoV-2 bisa tetap hidup di sarung tangan hingga 8 jam.

Sumber: berbagai sumber  

Lanjutkan Membaca ↓

Video Pilihan Hari Ini

Hyundai Tucson 2020 | First Impression