Khawatir Penyebaran Corona Covid-19, Operator Taksi Lakukan Ini

Oleh Arief Aszhari pada 26 Mar 2020, 17:04 WIB
Diperbarui 26 Mar 2020, 17:04 WIB
bluebird-taksi-130916b.jpg

Liputan6.com, Jakarta - Pandemi Corona Covid-19 di Indonesia masih dalam tahap mengkhawatirkan, karena memang belum ada penurunan jumlah yang terpapar. Bahkan, untuk menekan laju penyebaran virus Corona ini, pemerintah menghimbau untuk melakukan social distance dengan bekerja, balajar, dan ibadah di rumah.

Namun, bagi sebagian orang, memang masih harus tetap turun ke jalan, untuk melakukan pekerjaan yang tak bisa ditinggal. Berbagai moda transportasi digunakan untuk mobilitas, seperti kendaraan pribadi dan kendaraan umum.

Melihat hal tersebut, Blue Bird Group salah satu penyedia transportasi umum di Indonesia memastikan setiap armada serta pengemudinya terjaga kebersihannya untuk memerangi virus yang berasal dari Wuhan, Cina tersebut.

"Kami di Blue Bird telah menerapkan beberapa langkah preventif dalam pencegahan penyebaran Covid-19. Dimulai dari pembersihan kabin kendaraan setiap harinya. Pembagian hand sanitizer secara bertahap untuk seluruh armada Blue Bird Group, dan pemberian masker yang reusable kepada pengemudi Blue Bird yang membutuhkan,” jelas Noni Purnomo, Direktur Utama PT Blue Bird Tbk, seperti dilihat dari akun youtube resminya, ditulis Kamis (26/3/2020).

Tidak hanya itu, perusahaan yang khas dengan warna biru ini juga memberikan edukasi terkait penyebaran Covid-19 dengan rajin mencuci tangan. Bahkan, hal tersebut akan disampaikan oleh seluruh driver taksi Bluebird kepada penumpang.

Hal tersebut, dilakukan agar memberikan rasa aman dan nyaman bagi penumpang yang masih harus menggunakan moda transportasi untuk beraktivitas.

2 dari 2 halaman

Takut Tertular Corona COVID-19, Sopir Taksi Dilarang Masuk Rumah oleh Istrinya

Seorang sopir taksi dengan inisial IM (35) dilarang pulang oleh istrinya dan dilaporkan oleh keluarganya ke call center di Media Center (Corona) COVID-19 Kota Kediri.

Salah satu alasannya, karena IM sedikit batuk-batuk setelah ia baru kembali dari tempatnya bekerja di Surabaya, Jawa Timur. Mereka takut berdekatan dengan IM, karena gejala batuk-batuk yang dideritanya.

Padahal, IM sudah memeriksakan diri ke RSUD Gambiran, Kota Kediri dan menceritakan hasilnya pada sang istri. Namun, lagi-lagi sang istri tidak mengizinkan bapak empat anak itu masuk ke rumah.

"Halo, mohon bisa dibantu. Anak saya tidak boleh masuk rumah, menantu saya melarangnya pulang," suara ibu IM yang jauh-jauh dari Malang menelepon mengadukan kejadian tersebut di Media Center COVID-19 Kota Kediri, Rabu, 25 Maret 2020, dikutip dari Antara.

Dialog langsung terjadi antara petugas dengan keluarga IM tersebut. Agustina, Staf Seksi Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Kediri yang sedang bertugas di media center menjawabnya dengan tenang.

Petugas di Media Center (Corona )COVID-19 menanyakan identitas IM termasuk posisi yang bersangkutan. Petugas mengatakan, IM berada di depan rumah, karena tidak boleh masuk ke rumah oleh istrinya. "Dia di depan rumah, tidak boleh masuk, mohon bantuannya," kata sang ibu khawatir.

Lanjutkan Membaca ↓

Video Pilihan Hari Ini

Merasakan Toyota Rush Generasi Terbaru