Sering Gunakan Bahan Bakar Murah pada Kendaraan, Ini Akibatnya

Oleh Dian Tami Kosasih pada 24 Mar 2020, 07:03 WIB
Diperbarui 24 Mar 2020, 08:06 WIB
Trade In Motor Apapun dengan Suzuki Satria Injeksi, Mau?

Liputan6.com, Jakarta - Injektor merupakan komponen penting yang terdapat pada mesin sepeda motor berteknologi injeksi. Memiliki tugas menyemprotkan bahan bakar dengan cara pengabutan, performa maupun daya tahan komponen sangat bergantung pada pemakaian jenis bahan bakar.

Meski telah mengetahui hal tersebut, banyak pemilik motor injeksi tetap menggunakan bahan bakar dengan oktan rendah. Padahal, motor dengan teknologi injeksi membutuhkan bahan bakar beroktan tinggi agar performa mesin tetap terjaga.

Seperti dilansir Suzuki Indonesia, pengaruh menggunakan bensin beroktan rendah menyebabkan komponen FI (fuel injection) yang sensitif menjadi lebih mudah tersumbat.

Mesin berteknologi injeksi rata-rata rasio kompresinya tinggi, di atas 9 :1 agar sepeda motor menjadi lebih irit. Namun, hal ini baru bisa tercapai jika bahan bakar yang digunakan sesuai spesifikasi atau memiliki oktan tinggi.

Semakin besar kompresi mesin, maka bahan bakar yang dibutuhkan harus memiliki oktan tinggi. Dengan memakai bahan bakar beroktan rendah, gejala detonasi (ngelitik) akan muncul pada motor.

2 dari 2 halaman

Minim Perawatan

Pada dasarnya mesin injeksi sangat minim perawatan, namun, pemilik kendaraan juga harus selalu memakai bahan bakar beroktan tinggi, sesuai spesifikasi.

Penyakit yang paling sering dijumpai apabila pemilik kendaraan menggunakan bahan bakar beroktan rendah ialah pompa bensin sepeda motor macet sehingga aki akan lebih cepat habis karena pompa bekerja lebih keras akibat kotoran. Bila dibiarkan, injektor akan mampet.

Lanjutkan Membaca ↓

Video Pilihan Hari Ini

Merasakan Toyota Rush Generasi Terbaru