Cegah Penularan Corona Covid-19, Pemotor Wajib Kenakan Perlengkapan Lengkap

Oleh Arief Aszhari pada 23 Mar 2020, 07:05 WIB
Diperbarui 23 Mar 2020, 07:05 WIB
Pembatasan Kendaraan Roda Dua
Perbesar
Sepeda motor dan kendaraan lainnya menunggu lampu merah di persimpangan kawasan MH Thamrin, Jakarta, Jumat (20/9). BPTJ Kementerian Perhubungan berencana membatasi volume sepeda motor untuk menekan angka kecelakaan di Ibu Kota.(Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - Guna menurunkan angka penularan virus Corona Covid-19, pemerintah mengimbau agar masyarakat bekerja, bersekolah, dan beribadah di rumah. Usahakan, hindari pertemuan dengan banyak orang, guna memutus rantai penyebaran virus yang tengah terjadi di banyak negara di seluruh dunia tersebut.

Namun, meskipun sudah ada imbauan untuk mengurangi kegiatan di luar, ada beberapa masyarakat yang terpaksa harus keluar rumah, untuk mencari nafkah atau berkegiatan yang penting. Tidak jarang, banyak pengendara motor juga, seperti pengemudi ojek online yang masih harus keluar rumah.

Dijelaskan Sony Susmana, Trainer dari Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), dibanding pengendara mobil, pengguna roda dua memang lebih rentan tertular virus. Pasalnya, para penendara motor ini berhubungan langsung dengan udara luar, dibanding pengendara mobil yang berada di kabin.

Oleh karenanya, pengendara motor wajib mengenakan perlengkapan berkendara yang lengkap, seperti jaket, celana panjang, sepatu tertutup, masker, helm, dan sarung tangan.

"Gunakan apparel atau perlengkapan berkendara yang lengkap, kalau bisa berlapis juga. Karena, Covid-19 ini kan banyak menular lewat hidung, mulut, dan tangan dan semuanya itu harus tertutup," jelas Sony saat dihubungi Liputan6.com melalui sambungan telepon, Minggu (22/3/2020).

Lanjut Sony, ia sejatinya tidak mengetahui pasti apakah virus Covid-19 ini dapat menular lewat udara atau yang disebut airborne. Jika memang bisa menular lewat udara, wajib hukumnya pengendara motor menggunakan google atau kacamata tertutup.

"Kalau memang virus ini airborne, wajib pakai google, karena pakai kacamata biasa akan tembus. Selain itu, jaga jarak juga antar pengendara, karena untuk saat ini tidak hanya untuk pengereman tapi juga kesehatan," tegasnya.

2 dari 2 halaman

Jaga jarak

Jaga jarak yang dimaksud, adalah dengan tidak berhenti terlalu berdekatan. Pasalnya, kebiasaan orang Indonesia, saat berkendara motor, masih ada yang merokok atau membuang ludah sembarangan, dan tidak diketahui dengan pasti, apakah cipratan ludah tersebut berterbangan atau tidak.

Selain itu, saat kondisi panas, lebih baik tidak berteduh, karena panas juga bisa membunuh kuman, dibanding harus berteduh di suatu tempat.

"Terakhir, jika sudah sampai bersihkan kendaraan. Selain itu, pakaian juga, jangan kontak dahulu dengan keluarga sebelum membersihkan diri, pakaian di rendam, dan lain sebagainya," pungkasnya.

 

Lanjutkan Membaca ↓