Bagaimana Nasib Karyawan Pabrik Usai Nissan Setop Produksi Mobil?

Oleh Dian Tami Kosasih pada 20 Mar 2020, 18:36 WIB
Diperbarui 20 Mar 2020, 18:36 WIB
Cara Jitu Menghemat Biaya Perawatan Mobil, Lihat Nomor 4!
Perbesar
All New Nissan Serena.

Liputan6.com, Jakarta - Meski telah memutuskan untuk menghentikan produksi kendaraan di Indonesia, PT Nissan Motor Indonesia (NMI) menegaskan pihaknya akan tetap menjual produk-produk baru dan melayani aftersales.

"Kami terus berfokus untuk memperkuat merek Nissan di Indonesia dengan terus menghadirkan model-model baru. Komitmen berkelanjutan kami juga memberikan layanan penjualan dan purna jual terbaik kepada pelanggan kami di sini," kata Head of Communications PT NMI Hana Maharani kepada Liputan6.com, Jumat (20/3/2020).

Saat disinggung nasib karyawan pabrik, Hana enggan berkomentar banyak. Ia hanya menegaskan bila pabrikan otomotif asal Jepang ini telah melakukan sejumlah reformasi strategis.

"Sejumlah reformasi strategis dirancang untuk membangun basis operasional yang akan memastikan profitabilitas yang konsisten dan berkelanjutan dalam jangka menengah," ujarnya.

Selain itu, NMI juga akan terus menjadli kerjasama dengan mitra Aliansi sehingga penjualan mobil di Tanah Air bisa tetap dilakukan dengan baik.

 

2 dari 3 halaman

Manufaktur di Indonesia

"Kami akan terus bekerja dengan mitra Aliansi kami untuk memastikan footprint manufaktur di Indonesia," tutur Hana.

Sebagai informasi, penjualan global Nissan selama Januari 2020 mengalami penurunan hingga 13,3 persen di angka 383.336 unit. Sedangkan pada kurun waktu yang sama tahun lalu, pabrikan menjual 424.684 unit.

Tak hanya itu, produksi kendaraan juga mengalami penyusutan. Bila Januari 2019 Nissan mampu melakukan produksi 446.546 unit, namun awal tahun ini menjadi 362.891 unit.  

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓