Virus Corona Meluas, Yamaha Was-Was

Oleh Dian Tami Kosasih pada 11 Mar 2020, 06:08 WIB
Diperbarui 11 Mar 2020, 06:08 WIB
Yamaha
Perbesar
Ilustrasi (Foto: http://aqua-designs.deviantart.com/art/Yamaha-Logo-213302833)

Liputan6.com, Jakarta - Menjadi pabrikan yang banyak melakukan ekspor sepeda motor, PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) mengaku saat ini belum terpengaruh virus corona yang sedang merebak.

"Kan cuma Italia yang paling banyak. Saya enggak tahu angkanya, tapi sampai saat ini masih ancar lancar saja. Belum terpengaruh. Cuma mungkin ke depan kami belum tahu, karena pariwisata sudah mulai kena," kata GM After Sales & Motorsport YIMM M. Abidin di Jakarta.

Pria yang akrab disapa Abidin itu juga menegaskan, pasar otomotif Tanah Air akan tetap bertahan karena pasar domestik masih cukup tinggi.

"Kalau Indonesia itu dominasinya masih domestik market. Kita bisa dibilang terbesar untuk ekspor, tahun lalu itu hampir 60 persen (dari lima pabrikan motor), tetapi artinya domestiknya masih oke banget," ujarnya.

Saat disinggung negara mana yang paling banyak mendapat ekspor, Abidin mengaku negara asal Yamaha menjadi yang utama.

"Amerika, ASEAN masih normal-normal. Saya enggak tahu angkanya, tapi Jepang banyak (melakukan ekspor). Cuma memang ke depan ini efek dari virus ini harus diantisipasi," tuturnya.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Komponen dari Cina

Selain itu, pabrikan otomotif berlambang garpu tala tersebut mengaku komponen motor yang harus dikirim dari Cina mungkin saja mengalami masalah.

Namun, Abidin menegaskan pihaknya sudah memiliki cadangan apabila hal tersebut terjadi.

"Bisa jadi ada (komponen dari Cina), hanya saja industri motor komponennya enggak jauh dari bearing, substitusinya juga banyak, bisa dari Eropa atau domestik juga banyak," katanya.

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya