Bangun Pabrik Kendaraan Listrik, Toyota Gandeng Pabrikan Tiongkok

Oleh Liputan6.com pada 04 Mar 2020, 09:04 WIB
Diperbarui 04 Mar 2020, 09:04 WIB
Toyota
Perbesar
Toyota (europe.automagazine.com)

Liputan6.com, Jakarta - Percepatan kendaraan listrik tengah dilakukan hampir semua pabrikan otomotif. Dana besar pun disiapkan untuk mendukung rencana besar tersebut.

Hal serupa juga dilakukan oleh Toyota. Tak sendiri, mereka juga akan menggandeng FAW Group Corporation, pabrikan otomotif asal Tiongkok yang memproduksi bus, truk, dan spare-part.

Kolaborasi Toyota dan FAW Group akan membuat pabrik kendaraan listrik di Tianjin, China, dengan nilai investasi sebesar USD1,22 miliar atau Rp17,4 triliunan (Kurs USD1 = Rp14.258).

Pada dokumen yang dirilis oleh pemerintah Cina-Singapore Tianjin Eco-city, pabrik ini akan memiliki kapasitas produksi mencapai 200 ribu kendaraan listrik, plug-in hybrid, dan fuel-cell per tahun.

Mengutip dari Auto.ndtv.com, Toyota masih menolak berkomentar mengenai proyek tersebut. Tapi, mereka menyebut bahwa Cina merupakan salah satu pasar otomotif yang penting.

Pasalnya, pihak pemerintah China juga mendukung pertumbuhan kendaraan ramah lingkungan. Karena itu, permintaan mobil listrik dan hybrid terus berkembang.

Sumber: Otosia.com

2 dari 2 halaman

Pabrik Baterai Mobil Listrik Hasil Patungan Toyota dan Panasonic Beroperasi April 2020

Toyota dan Panasonic resmi mendirikan perusahaan patungan untuk mengembangkan dan memproduksi baterai kendaraan listrik. Pabrik tersebut akan mulai beroperasi pada April tahun ini.

Dilansir Carscoops, perusahaan yang akan disebut sebagai Prime Planet Energy & Solutions ini akan mengembangkan baterai prismatik yang tersedia untuk pabrikan mobil lain. Toyota sendiri, memiliki 51 persen saham dari perusahaan patungan tersebut, sedangkan Panasonic memiliki sisanya.

Solusi Hadapi Limbah Baterai pada Kendaraan ListrikBahan Utama Baterai Kendaraan Listrik Melimpah di IndonesiaPemerintah Rayu Pabrikan untuk Bangun Industri Baterai Kendaraan Listrik  

Operasi pabrik tersebut akan dimulai 1 April 2020, dengan sekitar 5.100 karyawan, termasuk 2.400 karyawan di anak perusahaan Cina.

Perusahaan patungan ini sendiri, akan berkantor di Tokyo dan di wilayah Kansai, Jepang.

"Perusahaan patungan yang diumumkan oleh Toyota dan Panasonic akan mengembangkan baterai yang sangat kompetitif, dan hemat biaya yang aman dan menampilkan kualitas dan kinerja yang sangat baik (dalam hal kapasitas, output, daya tahan, dan lain-lain), dan memungkinkan penggunaan dengan ketenangan pikiran oleh semua pelanggan" tulis perusahaan dalam siaran pers.

"Baterai sebagai solusi untuk menyediakan energi untuk mobil dan berbagai bentuk mobilitas lainnya, dan sebagai solusi untuk berbagai jenis masalah lingkungan diharapkan untuk memenuhi peran sentral dalam masyarakat di masa mendatang," tegasnya.

Perusahaan patungan ini sendiri, langkan lebih dalam Panasonic ke dalam pembuatan baterai kendaraan listrik, karena sebelumnya sudah memasok baterai silinder ke Tesla dan telah meningkatkan pengembangan baterai prismatik yang lebih umum ditemukan dalam industri otomotif.

Sekedar informasi, Toyota dan Panasonic juga telah bekerja sama secara luas di masa lalu, dan sebenarnya pertama kali memulai penelitian baterai bersama pada tahun 1996 ketika mereka mendirikan perusahaan patungan untuk baterai mobil hibrida.

Lanjutkan Membaca ↓