Mobil Listrik Mercedes-Benz EQA Tepergok Uji Coba di Kondisi Ekstrem

Oleh Liputan6.com pada 28 Feb 2020, 10:00 WIB
Diperbarui 28 Feb 2020, 10:00 WIB
Mercedes-Benz EQA
Perbesar
Mercedes-Benz EQA (ist)

Liputan6.com, Jakarta - Mobil listrik Mercedes-Benz EQA akan diperkenalkan pada akhir tahun 2020. Sebelum waktunya tiba, rupanya foto-foto resmi pengujian versi prototype sudah beredar di dunia maya.

Mercedes-Benz EQA masuk dalam segmen small SUV dan dijadwalkan mulai dijual juga di pengujung tahun. Pengetesan terus berlanjut untuk mematangkan segala pengembangan. Foto yang sengaja disebar, memperlihatkan EQA sedang berada di tengah cuaca dingin ekstrem di Swedia.

Perhatian tertuju pada kemampuan mobil tanpa mesin pembakaran, dapat bertahan dalam kondisi suhu dingin. Apakah akan berpengaruh pada daya tahan dan proses pengisian baterai. Bagaimana dampaknya pada manajemen termal baterai dan interior mobil, menghadapi temperatur yang bikin beku.

Stiker kamuflase yang berkurang, memperlihatkan sedikit detail eksterior EQA. Wujudnya crossover dan kuat pertalian dengan small SUV GLA-Class. Memakai platform MFA II, berarti satu basis dengan A-Class, B-Class, GLA, GLB dan CLA-Class. Bisa dibilang, EQA adalah versi listriknya GLA. Hampir identik, meski akan ada ciri spesifik penegasan sebuah mobil listrik.

Memperhatikan foto spy, Mercedes-Benz EQA memang identik GLA model tahun 2020. Bentuk samping jelas sekali mirip, ukuran kompaknya cocok untuk pemakaian kota. Pemilihan tema crossover juga bentuk mengikuti tren yang sedang meningkat saat ini. Sebuah crossover listik, pasti mudah diminati.

 

2 dari 2 halaman

Belum Ada Data Teknis

Belum ada data teknis lebih jelas. Pihak pabrikan hanya mengumbar sedikit detail penting. Yang pasti Mercedes-Benz EQA akan ditenagai dua motor listrik sekaligus. Penempatannya tepat di kedua poros roda, sehingga memungkinkan penggerak semua roda (AWD) permanen. Konon motor itu mampu menghasilkan tenaga minimal 268 Tkdan torsi lebih dari 499 Nm. Akselerasi spontan bakal kuat, 0-100 km/jam ditempuh sekitar 5 detik.

Mengenai baterai, kapasitas besar tentu menjadi pertimbangan konsumen dalam memilih mobil listrik. Belum ada data pasti, tapi Motor1 mengisyaratkan kapasitas lebih dari 60 kWh. Dan paling penting lagi, target daya jelajah maksimum mencapai 400 km.

Produksi EQA akan terpusat di pabrik Hambach, Prancis. Daimler berinvestasi $542 juta (Rp 7,5 triliun) di sana, menjadikan EQA mobil listrik Mercedes pertama yang dirakit di Kota Mode.

Mercedes juga mengonfirmasi lini baru plug-in hybrid yang bakal meluncur di bawah sub-brand EQ Power. Ada E-Class facelift, A250e dan B250e. Itu dalam waktu dekat di Geneva Motor Show minggu depan. Kalau EQA pastinya mengambil momen palagan akbar akhir tahun.

Lanjutkan Membaca ↓