Pilihan Mobil Keluarga Bekas di Kisaran Harga Rp150 Jutaan

Oleh Liputan6.com pada 01 Jan 2020, 16:01 WIB
Diperbarui 03 Jan 2020, 12:13 WIB
Jelang Peluncuran, Harga Innova Bekas Anjlok?

Liputan6.com, Jakarta Sebelum membeli mobil, tentu yang harus dipersiapkan adalah budget. Jika Anda memiliki dana Rp150 jutaan, Anda tak memiliki banyak pilihan jika mengincar mobil keluarga baru. Lain halnya jika Anda berburu mobil bekas.

 

Berikut adalah pilihan mobil keluarga bekas dengan dana Rp150 jutaan yang dirangkum oleh Oto.com: 

Toyota

Banyak opsi dari Toyota cocok dengan kriteria MPV keluarga. Pertama terbersit nama Kijang (Innova). Paling sesuai Innova tipe G facelift 2011-2013 baik itu manual atau otomatis. Ia memiliki kabin lapang terutama pada baris dua. Dari segi kasta pun tidak terlalu rendahan seperti tipe E. Masih diberikan rasa berkelas. Jantung pacu 1TR-FE terbilang bertenaga, sanggup menghasilkan 134 Nm. Opsi diesel tidak masuk daftar lantaran harganya cukup tinggi untuk model seumuran.

Selain Innova, Avanza menjajakan diri sebagai MPV terjangkau. Anda dapat meminang varian tertinggi Veloz keluaran 2015-2017. Menyuguhkan kesederhanaan sebuah MPV yang mulai naik kelas – mengingat LCGC 7-seater mendebut di masa ini. Mesin 1.300 cc sanggup gelontorkan tenaga 95 Tk. Bukan sebuah nilai impresif namun cukup untuk ke luar kota sekalipun. Fitur mulai mendapatkan perhatian dengan sistem informasi touchscreen.

Kalau bosan dengan Avanza atau Innova, Rush 2014 boleh dijadikan pilihan. Pertama dikenalkan sebagai pengangkut lima penumpang, pada akhirnya ia menyesuaikan diri dengan kebutuhan pasar. Secara teknis ia terlahir sebagai SUV kompak. Jika meminang Rush berarti mengikuti tren SUV tanpa kepalsuan karena itulah jati diri mendasar. Nah, paling menarik trim TRD Sportivo untuk diajak tinggal bersama. Sebagai varian teratas disokong unit 1.500 cc cocok buat berkeliaran di dalam maupun luar kota.

Gaya unik ditawarkan mobil keluarga Sienta. Aksen hitam dan guratannya tidak biasa. Juga mengadopsi pintu geser menandakan kemurnian jiwa MPV. Soal jantung pacu kurang lebih setara Grand New Avanza. Sayang, kebanyakan dijual di atas anggaran. Kemungkinan terbesar hanya mendapat tipe E 2016-2017.

 

2 dari 4 halaman

Nissan

Ada dua pilihan Nissan dengan budget Rp 150 jutaan : Grand Livina atau Serena. Jika umur mobil menjadi prioritas utama, Grand Livina cocok buat Anda. Banyak penjual melego unit lansiran 2017-2018 tanpa perlu membobol anggaran. Untuk jenis tipe pun tidak main-main, minimal dapat XV. Kalau beruntung, kasta atas seperti HWS Autech atau X-Gear bisa dibawa pulang.

Lantas bila ingin menunjukkan eksistensi, Serena cukup pandai melakukan hal itu. Kodratnya lebih premium ketimbang Livina. Tampilan bongsor mengotak terkesan mewah. Pun ia bertubuh selayaknya MPV sejati dengan pintu geser. Ibarat solusi terjangkau dari Alphard. Kendati begitu, paling mungkin memilih C24 tahun penutup, atau permulaan C26 .

Untuk C24 lansiran 2012 membantu kelonggaran dana. Mayoritas dijual di bawah Rp 150 juta dan mendapat varian tertinggi HWS Autech. Lain cerita pada C26 2013-2014. Hanya sebagian kecil dilego sesuai parameter awal.

Honda

Freed pernah jadi senjata pamungkas 7-seater terjangkau sebelum Mobilio dikenalkan. Ia menyajikan eksklusivitas dalam balutan MPV kompak. Di antara pemain sekelas, hanya Freed dibekali captain seat. Jantungnya juga tergolong bertenaga berkat mesin 1.500 cc serupa Jazz, hadirkan daya 118 PS berikut torsi 148 Nm.

Probabilitas tertinggi bila menghitung anggaran adalah Tipe S atau E keluaran 2012-2013. Menyenangkan bila sukses meminang trim atas. Ada Automatic AC, Head Unit Touchscreen, power sliding door serta reversing camera. Artinya tetap dapat mengikuti standar fitur masa kini.

Andai menginginkan Honda namun Freed 2012 dirasa terlalu tua, ada opsi Mobilio. Tipe E 2016 bertransmisi CVT berada dalam kisaran target harga. Anda bakal mendapat suguhan Brio versi panjang bermesin 1.500 cc. Perangkat audio disematkan berupa layar sentuh, terdapat pula panel AC digital. Dari segi tampilan luar cukup standar tapi tidak terlalu rendahan lantaran mengenakan sepatu alloy.

 

3 dari 4 halaman

Suzuki

Suzuki punya MPV dengan rancangan utilitarian mengotak : Suzuki APV. Komposisi lantai bertingkat menciptakan proporsi tinggi yang khas. Dari segi desain terbilang hambar meski berusaha menggugah melalui permainan kelas trim atas. Sah-sah saja bila tertarik. Sodorkan uang sekitar batasan anggaran awal ke penjual tipe SGX atau Luxury lansiran 2016-2017, kemungkinan besar diterima. Lalu kemudian tinggal membawa pulang MPV berjiwa komersial dengan captain seat.

Bila selera tidak sanggup menolerir rupa APV, Ertiga mengajukan diri sebagai solusi. Secara rancangan lebih manusiawi berkat lekuk melengkung. Rupa bumper pun selaras dengan desain keseluruhan tanpa terkesan memaksa. Varian tertinggi GX lansiran 2015-2016 cocok dengan kriteria awal. Hanya saja Anda mendapat kelengkapan moderat seperti sistem audio terintegrasi di dasbor, akomodasi tujuh penumpang, serta mesin serupa Baleno anyar.

Chevrolet

Kabar kepergian Chevrolet cukup membuat para pemilik cemas. Walau dijelaskan suku cadang dan layanan bengkel tetap tersedia. Ini mengakibatkan harga jual di pasar seken anjlok. Atau mungkin memang sudah sewajarnya, lantaran persepsi merek anti-mainstream seperti Chevrolet, membuat nilai jual kembali turun drastis.

Apapun alasannya, Orlando adalah opsi menggiurkan. Label harga seken tipe LT 2014 kini berada di kisaran Rp 150 jutaan. Yang didapat banyak, terutama rasa berkendara serta bantingan lembut mobil mewah. Pancaran aura kabin berkelas nan lapang. Didukung pula persepsi orang sekitar, menyangka Orlando sebagai mobil mahal akibat logo dasi kupu-kupu.

 

4 dari 4 halaman

Opsi Mewah

Dalam seksi ini kami ingin sekadar menyampaikan temuan spesies mewah dan berkelas (pada zamannya). Sedikit membuka pikiran bahwa saat ini mobil yang mungkin pernah Anda idamkan dapat ditebus seharga Avanza bekas. Contoh pertama datang dari Jerman : VW Caravelle 2.5 T4 2001. Lalu dari Jepang ada Toyota Alphard V 3.0 2003, Nissan Elgrand 2005-2007, atau Honda Odyssey 2006-2008.

Jika masih awam dan berencana membeli mobil pertama, ini bukanlah solusi melainkan permasalahan baru. Biasa diakibatkan oleh biaya perawatan mengingat umur yang tidak lagi muda. Semakin diperparah tingkat kompleksitas mobil mewah. Namun, bila telah berpengalaman serta punya banyak koneksi ke bengkel terpercaya, tidak ada salahnya membawa pulang jajaran MPV borjuis ini. Dari segi desain terbilang awet, masih sanggup membuat orang mengira Anda ‘keturunan sultan’.

Simpulan

Preferensi terkait model dan desain dikembalikan lagi kepada selera masing-masing. Penting untuk menentukan prioritas utama – pilih kabin lapang, mesin bertenaga, desain unik atau lainnya. Juga pertimbangkan kembali soal biaya pemakaian seperti pajak dan perawatan. Pastikan semua itu sesuai kemampuan finansial. Selalu cermat dalam memilih mobil bekas sebab harga tidak melulu mencerminkan kondisi. Selamat berburu. 

Sumber: Oto.com

Lanjutkan Membaca ↓