Mau Ganti Knalpot Motor, Pilih Full System atau Slip-On?

Oleh Liputan6.com pada 01 Jan 2020, 17:09 WIB
Diperbarui 01 Jan 2020, 18:14 WIB
Ilustrasi knalpot full system

Liputan6.com, Jakarta - Mengganti knalpot motor merupakan modifikasi yang bisa membuat tunggangan terlihat lebih keren dan juga meningkatkan performa. Suara yang dihasilkan pun dipastikan lebih galak dibanding versi standar.

Sebelum mengganti knalpot, sebaiknya Anda mengenal beragam knalpot yang ditawarkan. Misalkan saja knalpot full system dan slip-on. Lalu, mana yang terbaik untuk mendongkrak tampilan dan tenaga sepeda motor?

Dijelaskan Marcell, Chief Mechanic MotoTAG, untuk knalpot slip-on berarti hanya mengganti silencer atau tabung knalpot saja. Dan knalpot slip-on ini hanya bisa dipasang di motor tertentu saja, dan tidak bisa diaplikasikan untuk semua motor.

"Nah, kalau knalpot full system, mengganti mulai dari header sampai silencer atau muffler alias satu set. Untuk mengganti knalpot standar dengan racing full system tersedia untuk semua jenis motor," jelas Marcell kepada Liputan6.com.

Sementara itu, untuk kenaikan tenaga antara mengganti knalpot slip-on dengan full system memang cukup berbeda jauh. "Kalau untuk full system bisa di atas 1 Tk, sedangkan untuk slip-on biasanya di bawah 1 Tk," tambahnya.

 

2 dari 2 halaman

Diimbangi dengan Penggantian Piggyback dan Filter

Namun, perlu diketahui untuk knalpot jenis slip-on harus diimbangi dengan penggantian piggyback dan filter untuk mendapatkan peningkatan tenaga yang maksimum.

Karena jika tidak, hanya akan memengaruhi torsi dan tarikan sepeda motor jadi lebih enak

Selain itu, mengenai pengaruh pergantian knalpot ke performa, tergantung pada setelan mesin, leher, dan tipe muffler.

Menyoal harga, knalpot slip-on yang hanya terdiri dari muffler, biaya yang dikeluarkan cenderung lebih murah ketimbang membeli knalpot full system.

Lanjutkan Membaca ↓