Pertama Kali Touring Pakai Moge, Perhatikan 6 Hal Ini

Oleh Liputan6.com pada 30 Des 2019, 16:03 WIB
Diperbarui 30 Des 2019, 16:03 WIB
ilustrasi mengendarai Harley Davidson
Perbesar
Hindari kebiasaan menaruh jari di handle rem depan saat berkendara motor gede (Harley-Davidson)

Liputan6.com, Jakarta - Touring menggunakan motor gede atau moge tentu berbeda dibanding motor biasa. Tenaga yang melimpah serta tunggangan yang mantap dijamin menimbulkan sensasi tersendiri.

Tapi ada yang perlu diperhatikan, khususnya buat pengendara baru. Adaptasi cuma salah satunya. Berikut tips mengendarai moge untuk pemula:

1. Adaptasi

Sebelum melakukan perjalanan jauh, baiknya beradaptasi dengan moge kelas menengah. Bisa dimulai dari motor bermesin 500 sampai 600 cc. Ini sangat disarankan buat Anda yang baru naik kelas. Poin utamanya terletak pada bobot dan performa. Sebagai pembanding, Honda CBR250RR punya kemampuan: 38,1 Tk/12.000 rpm dan 23,3 Nm/11.000 rpm. Sementara Honda CB 500X: 49 Tk/8.500 rpm dan 44,6 Nm/6.500 rpm. Jelas beda handling, apalagi dengan perbedaan bobot 30 kg.

2. Pelatihan Safety Riding

Ada baiknya melakukan poin pertama dengan mengikuti kelas safety riding. Sudah banyak lembaga swasta yang menyediakan pelatihan ini. Alasannya, rider juga perlu mengetahui hal-hal teknis terkait penggunaan moge. Tak cuma soal berat motor, Anda pun mesti memahami karakter torsi maupun tenaga moge yang cenderung buas. Untuk mengenalnya lebih dalam, beberapa materi sudah disiapkan. Sebut saja melakukan zig-zag, u-turn, plank hingga slalom. Paling penting adalah soal teknik membangunkan moge ketika terjatuh.

Aldea Henry dari divisi Big Bike Honda PT Daya Adicipta Motora (DAM) menjelaskan, teknik ini harus dipelajari pengguna moge. "Ada dua teknik. Pertama, membangunkan motor dari samping. Tempelkan salah satu paha pada tangki bensin. Pastikan transmisi tidak netral agar roda belakang terkunci dan jari menekan tuas rem depan. Setelah itu siapkan kedua kaki untuk mendorong motor sampai berdiri sempurna. Kedua, mendorong motor dari belakang. Tumpuan utama ada di kedua paha, dibantu pinggang untuk menyangga motor. Saat membelakangi, tangan harus memegang stang dan behel. Lalu dorong motor dengan kekuatan kaki," tuturnya kepada kami.

 

2 dari 3 halaman

3. Berkendara Dalam Kota

Jangan langsung melakukan perjalanan panjang. Cobalah melakukan city ride dulu karena jalanan dalam kota memiliki kondisi variatif, baik lalu lintas maupun permukaan jalan. Itu bisa menjadi pembelajaran yang baik dalam hal adaptasi. Jika sudah lancar bisa melakukan turing jarak menengah antara 100-300 km. Umumnya, pengendara yang sudah menguasai handling motor 500 cc, mampu menggunakan motor yang lebih besar lagi.

4. Pemanasan dan Perlengkapan Berkendara

Biasakan memulai pemanasan, layaknya berolahraga selama 5-7 menit. Dimaksudkan agar otot-otot seluruh badan tidak kaku saat duduk di atas kuda besi. Kemudian gunakan perlengkapan berkendara terbaik. Ini penting menyangkut tingkat keamanan. Misalnya, memilih helm untuk moge yang notabene mudah menjangkau kecepatan tinggi. "Arai memproduksi helm berdasarkan kecepatan motor. Makanya terdapat perbedaan pada shell-nya. Paling tinggi adalah helm dengan shell PB-SNC2," kata Arief Rakhmat Budiman, Sales & Distributor Manager Prime Gears.

Pihak distributor helm Arai di Indonesia mengatakan, batok helm terkuat itu bisa ditemui pada Arai Astral-X. Spesifikasinya sama dengan Arai RX-7X yang dipakai pembalap MotoGP. Sudah terbukti juga helm ini aman karena sudah mendapatkan penghargaan helm paling aman dari FIM," ujarnya.

 

3 dari 3 halaman

5. Persiapan Fisik dan Durasi Berkendara

Olahraga sebelum touring, bermanfaat sebagai langkah mempersiapkan fisik. Dukung pula dengan konsumsi makanan sehat, minimal seminggu sebelum keberangkatan. Jadi bukan sekadar memperbanyak istirahat atau tidur saja. Walau turing menjadi kegiatan yang mengasyikkan, jangan terpaku pada target waktu karena dapat merusak konsentrasi. Setelah menempuh perjalanan 2-3 jam, wajibkan diri untuk beristirahat. Ini untuk menjamin kondisi badan dan sepeda motor tetap terjaga dengan baik.

6. Etika di Jalan Raya

Yang paling penting, sikap dan etika saat berkendara. Tetap hormati pengguna jalan lain supaya tidak memunculkan pandangan negatif bagi pemilik moge. Selain pemahaman teknik, menyoal poin terakhir ini harus ditanamkan ketika Anda memilih punya moge. Selamat mencoba.

Sumber: Oto.com

Lanjutkan Membaca ↓