Baru Bekerja Beberapa Minggu, Bos Nissan Mengundurkan Diri

Oleh Dian Tami Kosasih pada 26 Des 2019, 14:02 WIB
Diperbarui 26 Des 2019, 14:02 WIB
Logo Nissan Dicatut dalam Kampanye Referendum di Inggris
Perbesar
Nissan akan membawa kasus pencatutan logo untuk kampanye Brexit di Inggris.

Liputan6.com, Jakarta - Menjadi jajaran eksekutif yang bertugas memimpin pemulihan Nissan Motor Co Ltd, Jun Seki memutuskan mengundurkan diri setelah beberapa minggu menggeluti pekerjaan barunya. Hal tersebut dinilai mampu mengganggu usaha perusahaan untuk kembali bangkit dan meningkatkan penjualan kendaraannya.

Mundur dari Executive Officer & Vice-COO Nissan Motor Co Ltd, Jun Seki mengatakan, Ia akan memegang tanggung sebagai president of Nidec Corp, produsen komponen otomotif yang berbasis di Kyoto.

Seperti dilansir Car and Bike, Seki kemungkinan akan meninggalkan tugasnya di Nissan pada Januari mendatang.

"Saya suka Nissan dan saya merasa tidak enak karena meninggalkan pekerjaan yang belum selesai, tetapi saya berusia 58 tahun, dan ini adalah tawaran yang tidak bisa saya tolak. Ini mungkin kesempatan terakhir saya untuk memimpin sebuah perusahaan," katanya dalam wawancara singkat.

Meski demikian, Seki menegaskan kepindahannya bukanlah masalah finansial. Ia menegaskan, Nissan masih memenuhi kewajibannya membayar gaji para karyawan tepat pada waktunya. "Ini bukan tentang uang. Nissan membayar kami dengan baik," ujar Seki.

Hingga saat ini, Nissan dan Nidec Corp enggan memberikan komentar terkait kepindahan Seki. Berusaha bangkit, Nissan memiliki beragam rencana, salah satunya mengganti jajaran kepimpinannya.

2 dari 2 halaman

Nissan Tunjuk Nakhoda Baru, Prestasinya Gemilang

Nissan memiliki pemimpin baru. Makoto Uchida ditunjuk sebagai Chief Executive Officer menggantikan Yasuhiro Yamuchi yang menjadi pemimpin sementara, selepas mundurnya Hiroto Saikawa.

Makoto sebelumnya memimpin bisnis Nissan di Cina yang bekerjasama dengan Dongfeng Motor. Pertama kali bergabung dengan Nissan pada 2003.

Tahun lalu Makoto ditunjuk memimpin operasi Nissan di Cina. Di bawah pengelolaannya, Nissan Cina meraih capaian gemilang. Lantaran sepertiga pemasukan Nissan Global, berasal dari negara itu.

Rintangan berat menanti pria 53 tahun ini. Bagaimana tidak, tahun lalu Nissan dihadapkan permasalahan besar, Carlos Ghosn yang menjabat Chairman terpaksa harus turun akibat kasus yang menimpanya. Pabrikan otomotif raksasa itu, langsung mengalami penurunan keuntungan signifikan.

Belum usai permasalahan Carlos, penggantinya Hiroto Saikawa turut bermasalah. Ia diketahui terlibat skandal yang disebut sebagai “pembayaran gaji berlebihan”. Ini memaksanya melepaskan jabatan.

Kondisi itu turut berdampak pada pemangkasan karyawan Nissan sebanyak 12.500 di seluruh dunia. Walau begitu, Makato diyakini dapat mengembalikan kondisi Nissan. Sekaligus semakin menguatkan, guna menghadapi perkembangan dunia otomotif dan ketatnya persaingan pasar.

“Kami berharap Makoto dapat memimpin perusahaan sebagai tim, yang terfokus dalam upaya pemulihan dan revitalisasi bisnis untuk membentuk Nissan yang baru,” ucap Nissan Chairman, Yasushi Kimura seperti dilansir dari Forbes.com (10/10).

Menemani Uchida, Nissan juga menunjuk Ashwani Gupta sebagai Chief Operating Officer. Sebelumnya ia adalah Chief Operating Officer di Mitsubishi dan mantan Executive di Renault.

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait