Hemat Rp63 Triliun, Pertamina Resmi Distribusikan Bahan Bakar B30

Oleh Arief Aszhari pada 23 Des 2019, 18:17 WIB
Diperbarui 23 Des 2019, 19:16 WIB
Pertamina Resmi Distribusikan Bahan Bakar B30 (Ist)

Liputan6.com, Jakarta - PT Pertamina (Persero) resmi menerapkan program biodiesel 30 persen (B30). Bahan bakar ini, tersedia di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) COCO No 31.128.02 MT Haryono Jakarta Selatan.

Peresmian ini, dihadiri langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo didampingi Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartanto, Sekretaris Kabinet, Pramono Anung, Menteri ESDM, Arifin Tasrif, Menteri BUMN Erick Tohir, Komisaris Utama Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama, Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati.

Presiden mengatakan, program B30 yang telah dimulai November lalu, dan sekarang sudah diluncurkan. Ia meminta agar pengurangan impor solar harus dilakukan secara serius. Program B30 ini memberikan sumbangan yang sangat besar, karena dapat menghemat devisa sekitar Rp63 trilliun.

"Ingat kita penghasil sawit tersebar di dunia. Kita punya sumber bahan nabati sebagai pengganti solar. Kita manfaatkan untuk kemandirian energi nasional," tegas pria yang akrab disapa Jokowi, dalam siaran pers yang diterima Liputan6.com, Senin (23/1/2019).

Lanjut mantan Gubernur DKI Jakarta ini, program B30 juga akan dapat mengurangi impor BBM dan menciptakan permintaan domestik CPO yang sangat besar. Hal ini dapat memberikan multiplier effect bagi 13,5 juta petani perkebunan kelapa sawit. Artinya, B30 akan berdampak kepada para perkebunan kecil yang membina petani rakyat yang selama ini bekerja di kebun sawit dan para pekerja yang bekerja di pabrik kelapa sawit.

"Program B30 nantinya menjadi B50 dan seterusnya juga menjadi B100. Akan tidak mudah kita ditekan-tekan lagi oleh negara lain, terutama kampanye negatif dari beberapa negara terhadap export CPO kita. Karena kita sudah memiliki pasar di dalam negeri yang besar," tegasnya.

2 of 2

Jangkauan Distribusi

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati mengatakan, Pertamina siap menyukseskan Program B30 yang menjadi salah satu program strategis Pemerintah 2020. Peresmian ini, dilakukan lebih cepat dari yang direncanakan semula pada Januari 2020. Harapannya, pada awal tahun depan, seluruh SPBU Pertamina sudah menyalurkan B30.

"Kini, Pertamina telah menyiapkan 28 TBBM sebagai titik simpul pencampuran B30, yang nantinya akan disalurkan ke seluruh SPBU millik Pertamina di seluruh Indonesia" ujar Nicke di kesempatan yang sama.

Sebagai informasi, Pertamina telah melakukan langkah cepat dengan melakukan penyaluran B30 sejak November 2019 di beberapa wilayah antara lain, TBBM Medan Sumatera Utara, Kilang Plaju Sumatera Selatan, TBBM Panjang Lampung, TBBM Plumpang DKI Jakarta, TBBM Balikpapan Kalimantan Timur, TBBM Rewulu Yogjakarta, TBBM Boyolali Jawa Tengah, Kilang Kasim Papua.

Untuk mengamankan suplai FAME (Fatty Acid Methyl Ester) sebagai bahan utama pencampuran B30, lanjut Nicke, Pertamina telah melakukan penandatanganan kerjasama pengadaan FAME dengan 18 Badan Usaha Bahan Bakar Nabati (BUBBN) yang ditunjuk oleh pemerintah melalui Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (KESDM).

Program B30 ditargetkan bisa mengurangi emisi gas rumah kaca (GRK) sebesar 14,25 juta ton C02 selama tahun 2020. Selain itu, Program B30 juga ditargetkan bisa menyerap tenaga kerja tambahan hingga 1,29 juta orang.

Lanjutkan Membaca ↓