Menristek: Mobil Listrik Buatan Indonesia dan Impor Harus Berbeda

Oleh Arief Aszhari pada 16 Des 2019, 16:03 WIB
Diperbarui 16 Des 2019, 16:03 WIB
Mobil Listrik GIIAS 2019

Liputan6.com, Jakarta - Perkembangan berbagai kendaraan listrik di Indonesia, salah satu tujuannya adalah untuk mampu memperkuat komitmen mengurangi emisi. Hal tersebut, diutarakan langsung oleh Menteri Riset dan Teknologi Bambang Brodjonegoro, turut hadir di acara Grab peluncuran uji coba mobil listrik.

"Event ini sebagai event yang membanggakan dan penting bagi komitmen kita terhadap global, kita berjanji untuk mengurangi emisi. Salah satunya untuk mengurangi polusi udara, di Jakarta, yang datang di dua kelompok yaitu dari pembangkit listrik dan kendaraan," kata Bambang.

Menurutnya, masyarakat juga harus ikut andil dalam mengurangi polusi tersebut, dengan beralih ke teknologi kendaraan listrik.

Sementara itu, ia juga menyampaikan terkait produksi mobil listrik. Menurutnya harus ada perbedaan antara mobil listrik yang diproduksi di Indonesia dan kendaraan listrik dari hasil impor.

"Kita harus menciptakan rangkaian yang penuh, untuk mendukung segala aspek pembangunan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia," ujarnya.

2 dari 3 halaman

PLN Harus Siap

Hal itu adalah tahapan yang penting, dalam upaya menyelesaikan polusi udara. Maka, ia mengatakan bahwa PLN harus siap dalam mendukung dan menyuplai energi listrik.

Meskipun memang investasi kendaraan listrik ini mahal di awal, tapi akan banyak keuntungan yang diperoleh jika sudah menggunakan dan menerapkan kendaraan listrik dalam kehidupan sehari-hari, seperti mengurangi penggunaan emisi, polusi udara menjadi berkurang.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓