Toyota Indonesia Belum Pikirkan Siapa Lawan Raize

Oleh Dian Tami Kosasih pada 13 Des 2019, 19:02 WIB
Diperbarui 14 Des 2019, 11:15 WIB
Toyota

Liputan6.com, Jakarta - Proyek kolaborasi Toyota dan Daihatsu sudah banyak dijual di Indonesia, sebut saja Avanza-Xenia, Rush-Terios, Ayla-Agya, hingga Calya-Sigra.

Dan belum lama ini, kedua perusahaan Jepang tersebut kembali berkolaborasi dengan menghadirkan Toyota Raize dan Daihatsu Rocky.

Menggunakan platform baru dari pabrikan masing-masing, siapa sebenarnya lawan Toyota Raize di Tanah Air?

Menanggapi hal tersebut, Direktur Pemasaran PT TAM Anton Jimmy mengaku belum mengetahui dengan pasti siapa lawan Toyota Raize di Indonesia.

"Enggak tau ya (segmennya ke mana). Saya enggak mau berandai-berandai lah kalau untuk model baru. Saya enggak mau comment lah," ujarnya di SCBD, Jakarta.

Meski Daihatsu mengaku telah melakukan studi terkait mesin 1000cc turbo untuk pasar Indonesia, Anton enggan mengungkapkan apakah Toyota juga melakukan hal yang sama.

"Ya kami mah studi semua yang bisa di-study-in lah pokoknya. Saya gak mau berangan-angan dulu, masih banyak yang harus dipelajari, didiskusikan, masih panjang lah," ujarnya.

2 of 2

Harga Rocky Lebih Mahal dari Toyota Raize, Ini Komentar Daihatsu

Kembali menjadi proyek kolaborasi antara Toyota dengan Daihatsu, harga yang ditawarkan Raize dan Rocky memiliki perbedaaan setelah resmi meluncur di Jepang.

Menggunakan platform baru dari pabrikan masing-masing, Raize menggunakan Toyota New Global Architecture (TNGA), sementara Rocky menganut Daihatsu New Global Architecture (DNGA).

Karena itu, dua model ini tetap memiliki desain yang berbeda, serta harga jual yang beda juga. jika dilhat dari laman resmi Toyota atau Daihatsu, harga Raize lebih murah dibanding Rocky.

Melihat hal tersebut, Marketing Director PT Astra Daihatsu Motor (ADM), Amelia Tjandra menegaskan, harga yang telah ditetapkan sebuah kendaraan berdasarkan dengan spesifikasi yang disematkan.

"Pada dasarnya mobil itu kalau spesifikasi sama harganya juga sama. Jadi kalau kita produk kolaborasi, kalau harganya berbeda pasti ada spesifikasi berbeda," kata Amel di Senayan, Jakarta.

Selain itu Amel juga menegaskan spesifikasi pada sebuah kendaraan itu akan disesuaikan dengan target pasar konsumen yang akan disasar.

"Itu pilihan saja, jadi ada yang kita lebih mahal dia juga sama, jadi memang spesifikasinya berbeda-beda dan disesuaikan dengan target konsumennya," tutur Amel.

Lanjutkan Membaca ↓